Tag Archives: shiratal mustaqim

Benarkah Isa Wafat dan Bangkit sebelum ke Surga? (Menurut QS 3 Ali Imran 55, QS 5 Al-Maidah 117, dan QS 19 Maryam 33)

Salah satu topik yang sangat sering menjadi bahan diskusi dalam berbagai Dialog Antar Umat Beragama adalah : “Apakah Isa Al-Masih mengalami kematian atau tidak?” Topik ini termasuk dalam jajaran topik-topik terhangat pada berbagai dialog, khususnya dialog antara umat Islam dengan umat Nasrani. Sebagian besar umat Muslim menerima pengajaran bahwa Isa tidak mengalami kematian atau wafat. Isa langsung diangkat ke surga tanpa mengalami kematian. Sementara umat Nasrani sangat yakin bahwa Isa mati di kayu salib, dibunuh,  dikubur, namun bangkit atau hidup kembali pada hari yang ketiga. Empat puluh hari setelah Isa bangkit, Isa diangkat naik ke surga.

pictures-of-jesus-on-the-cross-from-passion-of-the_4

 Perbedaan pendapat tersebut cukup menarik mengingat bahwa baik umat Islam maupun umat Nasrani sama-sama mendasarkannya pada Kitab Suci agama masing-masing. Umat Islam mendasarkannya pada Al-Qur’an sementara umat Nasrani mendasarkannya pada Kitab Suci Injil. Seandainya kedua Kitab Suci tersebut diilhamkan oleh Allah ataupun ilah yang berbeda, kita tidak perlu heran mengapa isi keduanya berbeda mengenai kematian Isa. Namun, sebagaimana yang dikatakan Allah SWT di dalam Al-Qur’an, kedua Kitab Suci tersebut diilhamkan oleh Allah yang sama, yaitu Allah SWT. Kitab Suci umat Nasrani diilhamkan Allah SWT. Kitab Suci agama Islam juga diilhamkan Allah SWT. Begitu dikatakan Allah SWT di dalam Al-Qur’an. Hal tersebut mengundang komentar. Mengapa isi keduanya dapat berbeda mengenai kematian Isa Al-Masih? Kalau dikatakan bahwa salah satu Kitab telah mengalami perubahan atau tidak asli lagi, itu tidak mungkin. Hal ini telah kita bahas panjang lebar dalam tulisan kami sebelumnya yang berjudul: “Mengapa ayat Al-Qur’an banyak yang bertentangan dengan Kitab Suci?”

Kami mencoba melakukan pengkajian terhadap kedua Kitab Suci tersebut. Kami mengkaji Al-Qur’an. Kami juga mengkaji Kitab Suci Injil. Kami menemukan hal-hal yang sangat menarik. Penemuan tersebut mengajak kami untuk merenung semakin dalam. Ada banyak hal yang tidak dapat kami pecahkan melalui perenungan kami. Kami berharap adanya masukan dari para pembaca.

Kami mulai dari Al-Qur’an :

Mula-mula kami menemukan ayat-ayat Al-Qur’an yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih wafat atau mengalami kematian. Ayat-ayat tersebut adalah :

  • Pertama  : Qs. 3 Ali ‘Imran 55

55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”

“Iz qalallahu ya isa inni mutawaffika wa rafi’uka ilayya wa mutahhiruka minal lazina kafaru wa ja ilul lazinattaba uka fauzal lazina kafaru ila yaumil qiyamah(ti), suma ilayya marji’ukum fa ahkumu bainakum fima kuntum fihi takhtalifun(a)” 

(Qs. 3 Ali Imran ayat 55 , sumber : Lidwa Pusaka)

Dalam Surat Ali ‘Imran ayat 55 tersebut Allah berkata : “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu.” Itu menunjukkan bahwa Isa Al-Masih mengalami kematian, atas seizin Allah. Kalimat tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: “ya ‘isa inni mutawaffika.” Kata atau istilah bahasa Arab : “mutawaffika” berarti : “Aku menyebabkan engkau mati”.

Istilah atau kata “mutawaffika” sangat dikenal diantara orang Arab dan biasa digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Kalau kita bertanya kepada setiap orang Arab yg pamannya telah meninggal dunia dua minggu yang lalu, kita tanya apa kabar pamannya, dia akan menggunakan kata yang sama dalam bentuk masa lalu, yaitu “Tawafa”, yang berarti : dia telah mati.

Ayat tersebut tidak menyebutkan bahwa Isa mengalami “mati suri” atau “pingsan”. Allah SWT bukanlah Allah yang mudah membuat kesalahan. Allah SWT tahu benar perbedaan antara “mati suri” dengan “wafat”. Juga antara “pingsan” dengan “wafat”. Allah SWT menggunakan kata atau istilah “wafat”. Allah tidak menggunakan istilah “mati suri” atau “pingsan”. Bahasa Arab dari mati suri adalah : “maat shuuriy“. Bahasa Arab dari pingsan adalah : “eghmaa“. Allah tidak menyebutkan kata “pingsan“  ataupun “mati suri“ dalam Surat Ali ‘Imran ayat 55 tersebut.  Itu artinya, menurut Surat Ali ‘Imran ayat 55, Isa Al-Masih mati atau wafat.

Ayat tersebut mengatakan bahwa Isa mengalami kematian. Lalu ada anak kalimat “(Allah) mengangkat Isa ke surga.”  Jadi Isa mengalami kematian.  Isa juga diangkat naik ke surga.

  • Kedua  : Qs. 5 Al-Maidah  117

117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

“Ma qultu lahum illa ma amartani bihi ani’budullaha rabbi wa rabbakum, wa kuntu ‘alaihim syahidam ma dumtu fihim, falamma tawaffaitani kunta antar raqiba ‘alaihim, wa anta ‘ala kulli syai’in syahid(un)”

                                                                                                                                                (Qs. 5 Al-Maidah ayat 117, sumber: Lidwa Pusaka)

Dalam baris yang ketiga dari Surat Al-Maidah ayat 117 di atas, Isa mengatakan : “setelah Engkau wafatkan aku”. Maksudnya adalah setelah Allah mewafatkan Isa. Kata atau istilah bahasa Arab yang digunakan adalah : “tawaffaitani”  yang berarti : “ Engkau mewafatkan aku”. Kita lihat kembali Al-Qur’an menggunakan istilah atau kata yang sama yaitu : “tawafa”, yang artinya: “(Isa) telah wafat”  Jadi, menurut Surat Al-Maidah ayat 117, Isa mengalami kematian atau wafat.

  • Ketiga  : Qs. 19 Maryam 33

33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

“Was salamu ‘alayya yauma wulittu wa yauma amutu wa yauma ub’asu hayya’(n)”

                                                                                                                                                (Qs. 19 Maryam ayat 33, sumber: Lidwa Pusaka

Dalam ayat Al-Qur’an di atas Isa mengatakan : “pada hari aku meninggal”. Kata atau istilah bahasa Arab yang dipakai adalah: “yauma amutu”  yang berarti : “pada hari aku (Isa) meninggal dunia”  Didalam Surat Maryam ayat 33 tersebut digunakan bentuk kata masa yang akan datang : “yauma amutu”  yang berarti : “(Isa) akan wafat.”  Kata yang digunakan adalah bentuk kata masa yang akan datang karena perkatan tersebut diucapkan Isa sebelum hari wafat-Nya. Surat Maryam ayat 33 tersebut mengatakan bahwa Isa mengalami kematian (wafat). Ayat tersebut juga mengatakan bahwa setelah wafat, Isa dibangkitkan hidup kembali oleh Allah.

Kita dapat melihat bahwa ada tiga ayat Al-Qur’an menyebutkan bahwa Isa mengalami kematian atau wafat. Satu ayat Al-Qur’an menyebutkan bahwa Isa dibangkitkan hidup kembali setelah wafat. Satu ayat Al-Qur’an menyebutkan bahwa Isa diangkat Allah ke surga,  setelah mengalami kematian lebih dahulu.

Saat kami menyimak ketiga ayat Al-Qur’an di atas, kami melihat bahwa ketiga ayat Al-Qur’an tersebut tidaklah bertentangan dengan ayat-ayat Kitab Suci Injil tentang kematian Isa. Kitab Suci Injil mengatakan bahwa Isa wafat, dikuburkan, dibangkitkan atau hidup kembali pada hari yang ketiga, diangkat naik ke surga pada hari yang ke empatpuluh.

Dalam pengkajian kami selanjutnya terhadap Al-Qur’an, kami menemukan ayat lain yang sangat menarik, yaitu Surat An-Nisaa ayat 157 dan 158. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa Isa tidak wafat, tidak dibunuh tetapi langsung diangkat Allah ke surga tanpa lebih dulu mengalami kematian.

157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa

158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

                                                                                                                                (Qs. 4 An Nisa ayat 157-158, sumber: Lidwa Pusaka)

Surat An Nisaa ayat 157 dan 158 tersebut sangat menarik. Ayat tersebut mengatakan bahwa Isa tidak wafat, tidak dibunuh dan tidak pula disalibkan. Isa langsung diangkat Allah ke surga tanpa pernah mengalami kematian. Ayat tersebut sangat bertentangan dengan apa yang dikatakan Kitab Suci Injil tentang kematian Isa. Ayat tersebut juga sangat bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an sebelumnya.

Tiga Surat dalam Al-Qur’an, yaitu Surat Ali ‘Imran, Surat Al-Maidah dan Surat Maryam mengatakan bahwa Isa wafat. Surat Maryam bahkan mengatakan bahwa Isa wafat, namun kemudian dibangkitkan atau dihidupkan kembali. Sementara Surat An Nisaa justeru mengatakan bahwa Isa tidak wafat. Surat An Nisaa mengatakan bahwa Isa tidak mengalami kematian. Sungguh sangat bertentangan. Surat An ‘Nisaa sangat berbeda bahkan sangat bertentangan dengan ketiga Surat Al-Qur’an tersebut. Satu Surat Al-Qur’an menentang tiga Surat Al-Qur’an. Yang mana yang salah? Tidak mungkin semuanya benar. Tentu salah satu ada yang salah.

Mari kita coba menyimak apa yang dikatakan Surat An Nisaa ayat 157 dan 158 tersebut. Ayat tersebut menjelaskan bahwa ada seseorang yang dibunuh atau disalibkan oleh orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi tersebut mengatakan bahwa yang mereka salibkan atau bunuh tersebut adalah Isa Putra Maryam. Tetapi ayat tersebut selanjutnya mengatakan bahwa Isa tidak benar dibunuh atau disalibkan. Yang mati dibunuh atau disalibkan tersebut adalah orang yang diserupakan dengan Isa. Selanjutnya dalam ayat tersebut muncul pernyataan bahwa ada orang-orang berselisih paham tentang kematian atau penyaliban Isa. Dikatakan bahwa orang-orang yang berselisih paham tersebut berada dalam keragu-raguan tentang siapa orang yang dibunuh tersebut. Mereka tidak yakin bahwa orang yang mereka bunuh tersebut adalah Isa. Dikatakan bahwa mereka hanya menduga bahwa orang yang mereka bunuh itu adalah Isa. Lalu dilanjutkan dengan ayat 158 yang mengatakan bahwa Isa langsung diangkat Allah ke surga tanpa mengalami kematian.

Setelah mempelajari Surat An Nisaa ayat 157 dan 158 tersebut, kami tergerak untuk mengajukan beberapa pertanyaan kritis yang bersifat ilmiah :

  1. Mengapa isi Surat An Nisaa tersebut sangat menentang isi Surat Ali ‘Imran, Surat Al-Maidah dan Surat Maryam di atas? Bukankah ketiga Surat Al-Qur’an tersebut sudah menyebutkan bahwa Isa Al-Masih Putra Maryam diwafatkan oleh Allah? Bahkan kemudian dihidupkan kembali oleh Allah? Lalu diangkat Allah ke surga?
  2. Mengapa Allah SWT tidak menyebutkan siapa nama atau identitas dari orang yang dibunuh atau disalibkan orang-orang Yahudi tersebut? Mengapa terkesan Allah sendiri seperti ikut ragu-ragu dan tidak tahu persis siapa sebenarnya orang yang dibunuh tersebut? Mengapa hanya mengatakan “orang yang diserupakan dengan Isa”?
  3. Bukankah kalimat yang menggantung seperti itu hanya akan mengundang perbedaan atau perselisihan pendapat diantara umat Allah yang membaca ayat Al-Qur’an tersebut? Bisa saja umat Allah yang membaca ayat tersebut mulai menebak-nebak, bahkan mungkin mulai mencoba mengarang cerita menurut versi masing-masing untuk menjelaskan ayat tersebut. Dan dapat terjadi, didalam mengarang cerita versi masing-masing tersebut, mereka tidak lagi mendasarkannya kepada Al-Qur’an. Dapat terjadi, didalam mengarang cerita, mereka mengabaikan ketiga Surat Al-Qur’an yang mengatakan bahwa Isa wafat, dibangkitkan kembali dan naik ke surga.

Selanjutnya kita akan mencoba melihat kepada pewahyuan atau perkataan Allah sebelumnya mengenai kematian Isa Al-Masih. Kita lihat apa yang dikatakan oleh Kitab Suci Injil.

Di dalam Kitab Suci Injil Allah mewahyukan bahwa Isa benar-benar telah dibunuh atau disalibkan, mati dan dikuburkan. Peristiwa penyaliban dan kematian Isa disaksikan oleh sangat banyak orang : para tentara Romawi, imam‐imam agama Yahudi, hampir seluruh penduduk Yerusalem, para murid dan keluarga Isa. Peristiwa penyaliban tersebut ditulis oleh banyak ayat didalam Kitab Suci Injil dan ditulis oleh lebih dari satu penulis Injil (Matius 27, Markus 15, Lukas 23, Yahya 19).

Kitab Suci Injil menulis tentang peristiwa penyaliban dan kematian Isa :

35. Setelah Isa disalibkan, mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan cara melempar undi.

50. Kemudian Isa kembali berseru dengan suara nyaring, lalu menyerahkan ruh-Nya.

(Matius 27 : 35, 50)

 25. Waktu menunjukkan pukul sembilan pagi ketika mereka menyalibkan Isa.

37. Kemudian Isa berseru dengan suara nyaring dan menghembuskan nafas terakhir.

(Markus 15 : 25, 37)

33. Setelah sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Isa di sana bersama kedua penjahat, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang lagi di sebelah kiri-Nya.

46. Kemudian dengan suara nyaring Isa berseru, Ya Bapa, kedalam tangan-Mu kuserahkan nyawa-Ku.” Sesudah bersabda demikian, Ia menghembuskan nafas terakhir.

(Lukas 23 : 33, 46)

                                (dari Kitab Suci Injil Dwibahasa Indonesia – Yunani ; terjemahan tahun 1912)

Kitab Suci Injil menuliskan tentang penguburan mayat Isa (Matius 27, Markus 15, Lukas 23, Yahya 19) :

59  Setelah Yusuf mengambil jenazah Isa, ia mengafaninya dengan kain bersih,

60  Selanjutnya ia membaringkan jenazah itu dalam makam baru kepunyaannya sendiri yang digali pada bukit batu. Digulingkannya sebuah batu besar ke pintu makam itu, lalu ia pulang.

(Matius 27 : 59, 60)

45  Setelah diperolehnya laporan dari kepala pasukan itu, iapun mengizinkan Yusuf untuk mengambil jenazah Isa.

46 Setelah Yusuf membeli kain lenan, ia menurunkan jenazah Isa (dari kayu salib) dan mengafaninya dengan kain itu. Dibaringkannya jenazah Isa dalam makam yang digali pada bukit batu, kemudian digulingkannya sebuah batu besar ke pintu makam itu.

(Markus 15 : 45, 46)

(dari Kitab Suci Injil Dwibahasa Indonesia – Yunani ; terjemahan tahun 1912)

Pada hari yang ketiga Isa bangkit dari kuburan (Matius 28, Markus 16, Lukas 24, Yahya 20) :

1  Setelah lewat hari Sabat, yaitu hari pertama minggu itu, Maryam dari Magdala dan Maryam yang lain, datang untuk melihat makam itu.

2  Tiba-tiba terjadilah gempa bumi yang amat dahsyat. Malaikat Tuhan turun dari surga untuk menggulingkan batu penutup makam itu,  lalu duduk di atasnya.

5  Kemudian malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; Aku tahu,  kamu mencari Isa yang telah disalibkan itu.

6  Ia tidak ada di sini karena Ia sudah bangkit, seperti yang telah disabdakan-Nya. Mari, lihatlah tempat bekas Ia dibaringkan.

(Matius 28 : 1, 2, 5, 6)

5  Maka masuklah mereka ke dalam makam itu. Lalu mereka melihat seorang muda dengan jubah putih (malaikat) duduk di sebelah kanan. Mereka merasa heran.

6  Ia berkata kepada mereka: “Jangan heran! Kamu mencari Isa, orang Nazaret yang disalibkan itu. Ia sudah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat bekas Ia dibaringkan.

(Markus 16 :5, 6)

(dari Kitab Suci Injil Dwibahasa Indonesia – Yunani ; terjemahan tahun 1912)

Empat puluh hari kemudian Isa naik (terangkat) ke surga (Markus 16, Lukas 24, Kisah Rasul 1).

19 Setelah Isa, Junjungan Yang Ilahi, bersabda kepada mereka, Ia terangkat ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah.

(Markus 16 : 19)

51  Sementara Ia memohonkan berkah bagi mereka, terpisahlah Ia dari mereka lalu terangkat ke surga.

(Lukas 24 : 51)

(dari Kitab Suci Injil Dwibahasa Indonesia – Yunani ; terjemahan tahun 1912)

Allah SWT mengatakan didalam Al-Qur’an bahwa Kitab Suci Injil diwahyukan oleh Allah SWT. Didalam Kitab Suci Injil sangat jelas diwahyukan bahwa Isa wafat dibunuh atau disalibkan oleh orang-orang Yahudi. Setelah wafat, Isa dikuburkan. Pada hari yang ketiga Isa bangkit kembali. Pada hari yang ke empat puluh Isa diangkat naik ke surga. Dari pengkajian yang kami lakukan terhadap Kitab Suci Injil kami menemukan bahwa peristiwa penyaliban serta kematian Isa justeru merupakan inti pewahyuan Allah didalam Kitab Suci Injil. Dikatakan bahwa Firman Allah atau Perkataan Allah telah turun ke bumi dan menjadi manusia, yaitu seorang bayi laki-laki bernama Isa Al-Masih, Putra Maryam. (Mengenai hal ini kami telah mengulasnya panjang lebar dalam tulisan-tulisan kami berjudul : “Agama Islam dan Kristen Sama-sama Tidak Menyelamatkan”  serta : “Isa itu Manusia atau Tuhan?”) Isa turun ke bumi dan menjadi manusia. Dia datang sebagai manusia yang memiliki daging dan darah karena Dia akan dijadikan kurban. Allah mengasihi umat manusia walaupun berdosa. Allah mau menyelamatkan manusia dari dosa dan dari hukuman neraka. Isa diutus untuk dikurbankan. Isa akan menanggung semua dosa dan hukuman yang seharusnya ditanggung manusia berdosa. Isa mengalihkan dosa umat manusia kepada diri-Nya. Isa mengambil alih dan menanggung hukuman yang seharusnya ditanggung oleh manusia yang berdosa. Isa menanggungnya di kayu salib. Isa mati karena dosa umat manusia yang ditanggung-Nya. Dia adalah Anak Domba Allah yang dikurbankan agar manusia selamat. Barangsiapa yang percaya kepada Isa dan menerima Dia, akan diselamatkan.

(Sabda Isa) Sesungguhnya Aku berkata kepadamu : orang yang mendengarkan perkataan-Ku serta percaya kepada Dia yang mengutus Aku memperoleh hidup yang kekal dan tidak akan dihukum.  Ia sudah berpindah dari dalam maut (hukuman neraka) ke dalam hidup (selamat di surga).

 (Yahya 5 : 24)

Sabda Isa kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorangpun datang kepada Sang Bapa (Allah) kecuali melalui Aku”                                                                                       

(Yahya 14 : 6)

 27  Setelah  itu diambil-Nya (Isa) sebuah cawan, lalu Ia mengucap syukur. Kemudian Ia memberikannya kepada mereka sambil bersabda : “Minumlah kamu semua dari cawan ini,

28  karena inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.                                                                           

(Matius 26: 27, 28)

Tentang Dia (Isa)lah semua nabi memberi kesaksian bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya (Isa) akan diampuni dosa-dosanya melalui nama-Nya.              

(Kisah Para Rasul 10 : 43)

(Sabda Isa) Akulah roti hidup yang  turun dari surga. Jika seseorang makan roti ini, ia akan hidup sampai  selama-lamanya. Roti yang akan Kuberikan  ialah tubuh-Ku, demi kehidupan  manusia seisi dunia.”

(Yahya 6 : 51)

32.  (Sabda Isa) Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”                                                                                                                 

(Lukas 5 : 32)

10. (Sabda Isa) Karena Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang

(Lukas 19 : 10)

muslims-christians-quran-bible-baghdad-iraq-120110jpg-ca7df782193ee1b01

Dari pengkajian yang kami lakukan, kami menemukan bahwa itulah inti pemberitaan Kitab Suci Injil. Didalam Kitab Suci Injil, peristiwa turunnya Isa ke bumi, kematian Isa di kayu salib serta kebangkitan Isa dari kematian merupakan berita yang sangat penting dan sangat ditekankan. Sementara didalam Al-Qur’an, semua peristiwa tersebut sepertinya dipandang tidak penting untuk diberitakan. Ini sangat menarik, mengingat Allah sendiri mengatakan bahwa kedua Kitab Suci tersebut sama-sama diwahyukan oleh Allah. Namun perbedaannya terlalu mencolok. Belum lagi perbedaan serta pertentangan antara Surat An Nisaa dengan Surat Ali ‘Imran, Surat Al-Maidah dan Surat Maryam. Semuanya masih menyisakan banyak pertanyaan.

Dimana Letak Jawabannya? Pengkajian terhadap Al Quran, Hadist, dan Alkitab
Download e-book “Dimana Letak Jawabannya? Pengkajian terhadap Al Quran,
Hadist, dan Alkitab dengan meng-klik gambar di atas

15 Comments

Filed under Uncategorized