Samakah Allah di Al Quran dengan Allah di Kitab Suci Taurat, Zabur, dan Injil?

allah_alkitab

Kalau kita membaca Al-Qur’an dan Kitab Suci umat Nasrani (Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil) dengan teliti, maka akan sangat mungkin kita akan digiring untuk bertanya : “Apakah Allah yang menurunkan Al-Qur’an sama dengan Allah yang menurunkan Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil?”. Benarkah bahwa  Allah SWT yang menurunkan Al-Qur’an adalah sama dengan Allah yang menurunkan Kitab Taurat, Zabur dan Injil? Saya berpikir, siapapun Saudara, jika Saudara membaca Kitab-kitab Suci tersebut dengan teliti, hampir pasti akan bertanya seperti itu. Jikalau Saudara belum pernah membaca semua Kitab-kitab Suci tersebut, ulasan dibawah ini mungkin akan membuat Saudara mengerti mengapa pertanyaan seperti di atas muncul.

Allah, yang menurunkan Al-Qur’an, mengatakan didalam Al-Qur’an bahwa Dialah yang menurunkan Kitab Suci milik umat Nasrani. Kitab Suci umat Nasrani yang dimaksud adalah Kitab Suci yang terdiri dari Taurat, Zabur, kitab nabi-nabi maupun Kitab Suci Injil Perjanjian Baru (Qs. 2 Al‐Baqarah 136 ; Qs 21 Al‐Anbiya 48 dan Qs 46 Al‐Ahqaf 12).

“Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang iberikan kepada nabi‐nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda‐bedakan seorangpun di antara mereka, dan kami berserah diri kepada‐Nya.”

“Qulu amanna billahi wa ma unzila ilaina wa ma unzilla ila ibrahima wa isma’ila wa ishaqa wa ya’quba wal‐asbati wa ma utiya musa wa isa wa ma utiyan‐nabiyyuna mir rabbihim, la nufarriqu baina ahadim minhum wa nahnu lahu muslimun.”

(Qs. 2 Al‐Baqarah 136, sumber: Lidwa Pusaka)

Di dalam surat Al‐Anbiya ayat 48 dan surat Al‐Ahqaf ayat 12 Allah berkata pula:

“Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, Furqan (Kitab Taurat) dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

“Wa laqad ataina musa wa harunal‐furqana wa diya‐aw wa zikral lil‐muttaqin.”

(Qs. 21 Al‐Anbiya 48, sumber: Lidwa Pusaka)

“Dan sebelum (Al‐Qur’an) itu telah ada Kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan (Al‐Qur’an) ini adalah Kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang‐orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang‐orang yang berbuat baik”

“Wa min qablihi kitabu musa imamaw wa rahmah, wa haza kitabum musaddiqul lisanan arabiyyal liyunzirallazina zalamu wa busyra lil‐muhsinin”

(Qs. 46 Al‐Ahqaf 12, sumber: Lidwa Pusaka)

Melalui ayat-ayat Al-Qur’an di atas Allah menegaskan bahwa Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil maupun Al‐Qur’an diturunkan atau diwahyukan oleh Allah yang sama, yaitu Allah SWT. Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil diturunkan lebih dulu, beberapa ratus tahun kemudian Al‐Qur’an diturunkan. Al-Qur’an diturunkan Allah melalui Rasulullah SAW. Allah juga mengatakan dalam surat Al-Ahzab ayat 40 bahwa Rasulullah SAW adalah rasul atau nabi Allah yang terakhir.

40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

(Qs. 33 Al-Ahzab 40, sumber: Lidwa Pusaka)

Dari ayat-ayat Al-Qur’an di atas kita peroleh beberapa hal yaitu :

  1. Al-Qur’an dengan Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil tidak boleh berbeda isinya karena Allah yang mewahyukannya sama. Perkataan Allah didalam Al-Qur’an tidak boleh berbeda atau bertentangan dengan perkataan Allah didalam Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil.
  2. Kalau isi Kitab-kitab tersebut berbeda, maka pernyataan bahwa Allah yang menurunkan Al- Qur’an sama dengan Allah yang menurunkan Kitab Taurat, Zabur dan Injil menjadi diragukan.
  3. Kalau tidak dapat dibuktikan bahwa Allah yang menurunkan  Al-Qur’an sama dengan Allah yang menurunkan Kitab Taurat, Zabur dan Injil, maka berarti bahwa Allah di Al-Qur’an berbeda dengan Allah di Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil.
  4. Kalau Allah di Al-Qur’an berbeda dengan Allah di Kitab Taurat, Zabur dan Injil, maka berarti Rasulullah SAW bukan merupakan rasul atau nabi yang terakhir. Allah yang pertama berbeda dengan Allah yang kedua. Berarti Rasulullah SAW adalah rasul atau nabi yang pertama dari Alah yang kedua (Allah yang menurunkan Al-Qur’an).

Untuk itu kita perlu membaca Al-Qur’an serta Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil dengan teliti dan seksama. Ternyata ada cukup banyak perbedaan bahkan pertentangan antara isi Al-Qur’an dengan isi Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil. Beberapa diantaranya akan diuraikan dibawah ini.

A. Allah di dalam Al-Qur’an menuduh bahwa umat Nasrani mengatakan Allah ada tiga (Qs. 5 Al Maa’idah 73-75 , Qs. 4 An Nisaa’ 171 , Qs 23 Al Mu’minuun 91 ditambah beberapa ayat lainnya).

73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

74. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

75. Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).

(Qs. 5 Al Maa’idah 73-75, sumber: Lidwa Pusaka)

Sementara di dalam Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil yang juga diturunkan Allah, tidak dijumpai satu ayatpun yang menyebutkan bahwa Allah ada tiga. Juga tidak ada satu ayat pun yang menuliskan bahwa umat Nasrani berkata Allah ada tiga. Termasuk juga tidak ada satu ayatpun yang menyebutkan bahwa Tuhan umat Nasrani ada tiga. Bahkan tidak sedikit ayat-ayat didalam Kitab Taurat, Zabur dan Injil yang dengan tegas menyebutkan bahwa Allah hanya satu. Bahwa Allah itu Esa. Beberapa diantara ayat dalam Kitab Suci yang menyebutkan bahwa Allah hanya satu atau Allah itu Esa adalah Ulangan 6 : 4 ; Maleakhi 2 : 15 ; Markus 12 : 29 ; Yohanes 5 : 44 ; 1 Korintus 8 : 4 ; 1 Tim 1 : 17 ; 1 Tim 2 : 5 ; Yuda 1 : 25).

4. (Musa berkata) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

(Ulangan 6 : 4)

29. Sabda Isa kepadanya : “Perintah yang terutama ialah, Dengarlah hai orang Israil, Allah, Tuhan kita, adalah Tuhan Yang Maha Esa.

(Markus 12 : 29)

(Ulasan yang lebih mendalam tentang tuduhan bahwa umat Nasrani mengatakan Allah ada tiga dapat dibaca dalam tulisan :  “Apa benar Allah itu BUKAN 3?”)

B. Di dalam Al-Qur’an Allah menuduh bahwa orang-orang Yahudi yang mengaku telah membunuh atau menyalibkan Isa Al-Masih berbohong. Allah katakan tidak benar Isa telah dibunuh atau disalibkan. Allah katakan yang disalibkan itu adalah orang yang diserupakan dengan Isa. Dikatakan juga bahwa Isa langsung diangkat Allah ke surga tanpa pernah mati.

157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(Qs. 4 An-Nisaa’ 157, 158, sumber: Lidwa Pusaka)

Sementara Allah sendiri mewahyukan di dalam Kitab Suci Injil bahwa Isa benar-benar telah dibunuh atau disalibkan, mati dan dikuburkan. Pada hari yang ketiga Isa bangkit kembali dari kubur.  40 hari setelah itu Isa naik (terangkat) ke surga. Peristiwa penyaliban dan kematian Isa disaksikan oleh sangat banyak orang : para tentara Romawi, imam‐imam agama Yahudi, hampir seluruh penduduk Yerusalem, para murid dan keluarga Isa. Peristiwa penyaliban tersebut ditulis oleh banyak ayat didalam Kitab Suci Injil dan ditulis oleh lebih dari satu penulis Injil (Matius 27, Markus 15, Lukas 23, Yahya 19).

35. Setelah Isa disalibkan, mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan cara melempar undi.

50. Kemudian Isa kembali berseru dengan suara nyaring, lalu menyerahkan ruh-Nya.

(Matius 27 : 35, 50)

25. Waktu menunjukkan pukul sembilan pagi ketika mereka menyalibkan Isa.

37. Kemudian Isa berseru dengan suara nyaring dan menghembuskan nafas terakhir.

(Markus 15 : 25, 37)

33. Setelah sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Isa di sana bersama kedua penjahat, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang lagi di sebelah kiri-Nya.

46. Kemudian dengan suara nyaring Isa berseru, Ya Bapa, kedalam tangan-Mu kuserahkan nyawa-Ku.” Sesudah bersabda demikian, Ia menghembuskan nafas terakhir.

(Lukas 23 : 33, 46)

 (dari Kitab Suci Injil Dwibahasa Indonesia – Yunani ; terjemahan tahun 1912).

{ Ulasan yang lebih mendalam tentang apakah Isa wafat atau tidak dapat dibaca dalam tulisan : “Benarkah Isa Wafat dan Bangkit sebelum ke Surga? (Menurut QS 3 Ali Imran 55, QS 5 Al-Maidah 117, dan QS 19 Maryam 33)” }

C. Allah di dalam Al-Qur’an menuduh sekaligus menegur umat Nasrani karena umat Nasrani mengatakan bahwa Isa adalah Tuhan (Qs. 5 Al Maa’idah 73-75 ; Qs. 5 Al Maa’idah 73-75)

73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

74. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?  Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

75. Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).

   (Qs. 5 Al Maa’idah 73-75, sumber: Lidwa Pusaka)

Sementara di dalam Kitab Suci Injil Perjanjian Baru, Allah sendiri justeru mewahyukan bahwa Allah telah meninggikan Isa sebagai Tuhan. Istilah yang dipakai berasal dari bahasa Yunani yaitu “Kurios”. Artinya : Penguasa atau Tuhan atau Junjungan Yang Ilahi. Ini berbeda dengan istilah yang digunakan untuk menyebut Allah. Allah disebut “Theos”. Isa disebut “Kurios”. Dikarenakan segala pengorbanan yang telah Isa lakukan selama hidup sebagai manusia di bumi, Isa begitu ditinggikan Allah. Kepada Isa diberi nama diatas segala nama, supaya didalam nama Isa semua akan bertekuk lutut baik yang ada di langit, di bumi maupun yang ada di bawah bumi dan segala lidah akan mengaku Isa adalah Junjungan Yang Ilahi atau Tuhan (Filipi 2 : 9-11).

6. Sekalipun Ia (Isa) bersifat ilahi, kesetaraan dengan Allah itu tidak dianggap-Nya sebagai sesuatu yang harus dimanfaatkan.

7. Tetapi sebaliknya, Ia melepaskan semuanya, menempatkan diri sebagai seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia,

8. dan sementara Ia ada dalam keadaan sebagai manusia, Ia merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib.

9. Itulah sebabnya Allah sangat menjunjungNya (Isa) tinggi dan menganugerahkan kepada-Nya nama diatas segala nama,

10. supaya dalam nama Isa semua akan bertekuk lutut, baik yang ada di langit, di bumi, maupun yang ada di bawah bumi

11.dan semua lidah mengakui, “Isa Al-Masih adalah Junjungan Yang Ilahi ,”bagi kemuliaan Allah, Sang Bapa kita.

(Filipi 2 : 6-11)

Setelah Isa bangkit dari kubur Isa bersabda bahwa Allah telah menyerahkan segala kuasa baik di surga maupun di bumi kepada-Nya (Matius 28 : 18).

18. Isa mendekati mereka dan bersabda, “Segala wewenang dan kuasa baik di surga maupun di bumi sudah diserahkan kepada-Ku.

 (Matius 28 : 18)

(Ulasan yang lebih mendalam mengenai tuduhan bahwa umat Nasrani mengatakan Isa adalah Tuhan dapat dibaca dalam tulisan: “Isa itu Manusia atau Tuhan?”)

D. Sebagai tambahan, banyak ayat-ayat Al-Qur’an lainnya yang diwahyukan Allah yang isinya berbeda bahkan bertentangan dengan isi Kitab Taurat, Zabur dan Injil yang juga diwahyukan Allah. Mari kita lihat antara lain :

  • Al-Qur’an dalam Surat Maryam ayat 28 menyebutkan bahwa ibu dari Isa Al-Masih adalah saudara perempuan Harun. Sementara dari Kitab Suci kita tahu bahwa ibu Isa Al-Masih bukanlah saudara perempuan Harun.

27. Maka Maryam membawa anak itu (Isa) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

28. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

Fa-atat bihi qawmahaa tahmiluhu qaaluu yaa maryamu laqad ji/ti syay-an fariyyaan

“Ya ukhta haaruna ma kaana abuuki imra-a saw-in wamaa kaanat ummuki baghiyyan.”

 (Qs. 19 Maryam 27-28, sumber: Lidwa Pusaka)

Surat Maryam ayat 28 tersebut menyebutkan bahwa ibunya Isa Al‐Masih adalah saudara perempuan Harun. Padahal kita tahu bahwa ibunya Isa bukanlah saudara perempuan Harun. Saudara perempuan Harun bernama Miryam. Sementara ibunya Isa bernama Maryam. Dari Kitab Suci Taurat dan Injil kita tahu bahwa Maryam dan Miryam adalah dua orang yang berbeda. Keduanya juga hidup pada zaman yang berbeda. Miryam, bersama Harun dan Musa hidup pada zaman Mesir dengan Firaunnya (Keluaran 15 : 20).

19 Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut.
20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.

(Keluaran 15 : 20)

Al‐Qur’an sendiri dalam Qs. 7 Al A’raaf 103‐137 mengatakan bahwa Harun dan Musa hidup pada zaman Mesir dengan Firaunnya.

104. Dan Musa berkata: “Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,

121. Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,

122. “(yaitu) Tuhan Musa dan Harun.”

 (Qs. 7 Al A’raaf 104, 121, 122, sumber: Lidwa Pusaka)

Dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun Kitab Suci diatas dapat kita lihat bahwa Miryam (saudara perempuan Harun) hidup di zaman Mesir dengan Firaunnya. Sementara Maryam (ibunya Isa) hidup bersama Isa di zaman imperium Romawi, yaitu pada awal tahun Masehi. Dari ilmu pengetahuan sejarah dunia kita tahu bahwa zaman Mesir tidak sama dengan zaman Romawi. Jarak waktu antara zaman Mesir (dimana Miryam hidup) dengan zaman Romawi (dimana Maryam hidup) ada ribuan tahun. Jadi Maryam (ibunya Isa) orangnya berbeda dengan Miryam (saudara perempuan Harun). Berarti  Qs. 19 Maryam 28 tersebut tidak benar. Surat Maryam ayat 28 tersebut salah. Miryam (saudara perempuan Harun) tidak sama dengan Maryam (ibu Isa).

E. Ayat-ayat Al-Qur’an lainnya yang sangat berbeda dengan isi Kitab Suci Taurat dan Injil adalah Qs. 61 Ash Shaff 6 dan Qs. 7 Al A’raaf 157.

6. Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”

(Qs. 61 Ash Shaff 6, sumber: Lidwa Pusaka)

Di dalam Surat Ash Shaff ayat 6 di atas Allah mengatakan bahwa Isa berkata : sesudah Isa akan datang seorang rasul bernama Ahmad. Kalau kita memeriksa seluruh isi Kitab Suci Injil maupun perkataan Isa didalam Injil, tidak ada satu ayatpun yang mengatakan bahwa sesudah Isa akan datang seorang rasul bernama Ahmad ataupun Muhammad. Yang ada adalah Isa mengatakan bahwa sesudah Isa akan datang Parakletos (Ruh Suci atau Ruh Kebenaran atau Penolong atau Penghibur) (Yahya 14: 16,17 ; 15 : 26 ; 16 : 13). Ruh Suci akan diutus Allah setelah Isa kembali ke surga. Ruh Suci berwujud Ruh. Manusia tidak dapat melihat Nya karena wujudNya Ruh (Yahya 14 : 17). Ruh Suci atau Ruh Kebenaran akan turun dari surga, dan akan berdiam didalam diri pengikut Isa (Yahya 14 : 16,17).

16. Aku (Isa) akan meminta kepada Sang Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu Penolong yang lain untuk menyertai kamu selama-lamanya,.

17. yaitu Ruh Kebenaran. Dunia ini tidak dapat menerima-Nya karena dunia tidak melihat-Nya apalagi mengenal-Nya. Tetapi kamu mengenal-Nya sebab Ia menyertai kamu dan akan tinggal didalam dirimu.

          (Yahya 14 : 16,17)

26. Apabila Sang Penolong yang Kuutus kepadamu dari Sang Bapa telah datang, yaitu Ruh Kebenaran yang datang dari Sang Bapa, maka Ia akan bersaksi tentang Aku

(Yahya 15 : 26)

Jadi di dalam Kitab Suci tidak pernah Isa mengatakan bahwa sesudah Isa akan datang seorang rasul bernama Ahmad atau Muhammad.

Selanjutnya Surat Al A’raaf 157 :

157. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

 (Qs. 7 Al A’raaf 157, sumber: Lidwa Pusaka)

Qs. 7 Al A’raaf 157  menyebutkan bahwa di dalam Taurat dan Injil nabi Musa mengatakan bahwa seorang rasul atau nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) akan muncul. Namun ternyata, kalau kita menelusuri seluruh Kitab Taurat dan Injil, tidak ada satu ayatpun yang menyebutkan bahwa nabi Musa berkata seperti itu. Justru didalam Taurat, yaitu didalam Kitab Musa (Ulangan 18 : 15) nabi Musa menyebutkan bahwa akan datang seorang Nabi seperti nabi Musa, yang berasal dari antara orang Israel.

 15   Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

(Ulangan 18 : 15)

Di dalam Kitab Taurat, Allah juga berkata bahwa Allah akan membangkitkan seorang Nabi dari tengah‐tengah orang Israel (Ulangan 18 : 18).

 18  seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

(Ulangan 18 : 18)

Dari Ulangan 18 : 15 dan Ulangan 18 : 18 tersebut dapat kita lihat bahwa Nabi yang akan datang tersebut adalah Isa Al‐Masih. Nabi tersebut berasal dari antara orang Israel. Jadi bukan seorang rasul atau nabi yang ummi seperti yang disebutkan Al-Qur’an dalam Surat Al A’raaf ayat 157.

{ Ulasan yang lebih mendalam mengenai pewahyuan kedatangan Rasulullah SAW dapat dibaca dalam tulisan : “Ramalan atau Pewahyuan mengenai Kedatangan Isa Al-Masih maupun Muhammad SAW” }

Beberapa ayat yang disebutkan di atas merupakan sebagian dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berbeda bahkan bertentangan dengan isi Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil. Padahal Allah sendiri telah bersabda didalam Al-Qur’an bahwa Dialah yang menurunkan atau mewahyukan Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil. Ini sangat membingungkan. Kenapa dapat berbeda? Bahkan menjadi semakin membingungkan ketika Allah lalu menuduh bahwa ada orang yang telah mengubah atau mendustakan Kitab Suci umat Nasrani. Allah menuduh ada orang yang menyembunyikan kebenaran Kitab Suci milik umat Nasrani (Qs. 2 Al-Baqarah 41, 75, 159).

41. Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.

75. Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?

159. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati

(Qs. 2 Al-Baqarah 41, 75, 159, sumber: Lidwa Pusaka)

Ini sangat membingungkan. Apa benar ada orang yang telah mengubah isi Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil ? Benarkah ada orang yang mampu mengubah atau mendustakan atau menyembunyikan perkataan atau kalimat Allah? Kalau memang benar ada, bagaimana hal itu dapat terjadi? Bagaimana mungkin manusia sanggup melakukan hal tersebut? Bukankah Allah sendiri berkata didalam Qs. 6 Al-An’am 34 bahwa Allah yang menjaga perkataan atau wahyu-Nya? Bukankah Allah telah bersabda bahwa tidak mungkin ada seorangpun yang dapat merubah kalimat atau perkataan Allah?

34. Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.

 (Qs. 6 Al-An’am 34, sumber: Lidwa Pusaka)

Melalui Surat Al-An’am ayat 34 tersebut Allah menjamin bahwa perkataan atau kalimat Allah tidak mungkin dapat dirubah oleh manusia. Allah sendiri yang menjaganya. Sementara kita tahu bahwa Allah itu kekal, tidak berubah dari dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Artinya, Allah tetap konsisten menjaga perkataan-Nya yang diturunkan-Nya sebelumnya (dahulu) maupun yang diturunkan-Nya kemudian. Yang dimaksud dengan perkataan yang diturunkan sebelumnya adalah perkataan yang diwahyukan kepada rasul-rasul sebelum Muhammad SAW. Yaitu ayat-ayat Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil. Allah menjamin bahwa Allah menjaganya. Sementara perkataan yang diturunkan kemudian adalah ayat-ayat Al-Qur’an. Semuanya Tuhan jaga dan Tuhan pastikan tidak akan dirubah oleh manusia. Itu jaminan Tuhan. Seandainya terjadi bahwa perkataan atau wahyu Allah dapat dirubah oleh manusia, berarti ayat Al-Qur’an tersebut tidak benar.

Qs. 2 Al-Baqarah 136 menjelaskan bahwa Allah tidak pernah membeda-bedakan perkataan atau kalimat-Nya yang diturunkan-Nya kepada Ibrahim, atau kepada Ismail, kepada Ishak, kepada Yakub dan anak cucunya, kepada Musa, kepada para nabi sebelum Isa, kepada Isa Al-Masih ataupun kepada Muhammad SAW.

“Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang iberikan kepada nabi‐nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda‐bedakan seorangpun diantara mereka, dan kami berserah diri kepada‐Nya.”

(Qs. 2 Al‐Baqarah 136, sumber: Lidwa Pusaka)

Dari Surat Al-Baqarah ayat 136 kita mengerti bahwa Allah menjaga semua perkataan atau kalimat-Nya tanpa membeda-bedakan. Artinya Allah juga menjaga semua perkataan-Nya yang ada didalam Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil. Kalau sampai ada yang merubahnya berarti Allah tidak menjaganya. Berarti Qs. 2 Al-Baqarah 136 tidak benar karena Allah membeda-bedakan.

Kita kembali ke Surat Al-An’am ayat 34. Dalam ayat tersebut terlihat bahwa Allah sangat tegas dan berwibawa saat mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat atau perkataan-Nya. Allah begitu berkuasa untuk menjaganya. Dia adalah Allah Yang Maha Kuasa. Namun di ayat Al-Qur’an yang lain terkesan Allah menuduh bahwa ada orang yang telah merubah kalimat atau wahyu-Nya yang ada didalam Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil. Allah bahkan berkata bahwa kebenaran (kalimat) yang diturunkan Allah telah disembunyikan orang.

Kita jadi bertanya. Kalau hal tersebut benar, yaitu perkataan atau kalimat Allah telah dirubah orang, bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Tidak sanggupkah Allah menjaga kalimat atau perkataan-Nya? Bukankah Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat? Seharusnya sebelum kalimat Allah tersebut dirubah orang, Allah sudah mengetahuinya bahkan sejak masih direncanakan atau diniatkan di hati orang tersebut. Bagaimana mungkin Allah kecolongan oleh manusia yang sebenarnya hanya merupakan ciptaan-Nya yang kecil, hina, naif dan lemah? Kalau benar perkataan atau kalimat Allah telah dirubah orang, bukankah itu berarti seakan-akan Allah telah gagal dalam menjaganya? Lalu, kalau benar Allah tidak sanggup atau gagal menjaga perkataan atau wahyu-Nya, bagaimana pula Allah dapat menjamin bahwa Allah dapat menjaga ayat-ayat Al-Qur’an sebagaimana yang disabdakan-Nya dalam Qs. 85 Al-Buruj 21,22 ?

“Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al‐Qur’an yang mulia, yang tersimpan dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuz).”

 “Bal huwa qur’anum majid. Fi lauhim mahfuz.”

 (Qs. 85 Al‐Buruj 21, 22, sumber: Lidwa Pusaka)

Di dalam Surat Al-Buruj ayat 21 dan 22 Allah menjamin bahwa perkataan atau wahyu Allah didalam Al-Qur’an tidak mungkin ada yang salah dan tidak mungkin ada yang  dapat merubahnya. Allah sendiri yang menjaganya (Lauh Mahfuz). Benarkah demikian? Bagaimana Allah dapat memberikan jaminan seperti itu jika seandainya Allah sendiri gagal dalam menjaga perkataan atau wahyu-Nya sebelumnya? Mulai dari menjaga Taurat, Zabur, kitab nabi-nabi hingga Kitab Suci Injil. Kalau benar Allah tidak mampu menjaga perkataan atau wahyu-Nya dari dipalsukan atau dirubah orang, berarti apa yang dikatakan oleh Al-Qur’an tidak benar.

Jikalau benar perkataan atau kalimat Allah telah dirubah orang, terkesan seolah-olah Allah itu tidak kekal. Seolah-olah Allah itu berubah. Awalnya Allah masih kuat dan berkuasa untuk menjaga perkataan-Nya. Lama kelamaan Allah semakin lemah sehingga tidak mampu lagi menjaga perkataan atau wahyu-Nya sehingga perkataan-Nya dapat dirubah orang. Lagipula bisa jadi orang akan berpikir bahwa Allah dan Al-Qur’an banyak salahnya. Allah berkata dalam Surat Al-An’am ayat 34 bahwa kalimat atau perkataan-Nya tidak mungkin dirubah orang, namun nyata-Nya telah dirubah orang.

Sebaliknya, jikalau ternyata tidak benar ada perkataan atau kalimat Allah yang telah dirubah orang, maka itu berarti bahwa isi dari Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil  yang ada pada saat ini adalah benar-benar asli. Berarti Allah sungguh-sungguh berkuasa untuk menjaga perkataan atau kalimat-Nya sesuai dengan yang dikatakan-Nya dalam Qs. 6 Al-An’am 34 di atas. Namun masih tetap saja tersisa beberapa pertanyaan. Kalau Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil yang ada sekarang asli, mengapa banyak ayat Al-Qur’an yang berbeda bahkan bertentangan dengan isi Kitab Taurat, Zabur dan Injil ? Bukankah yang menurunkan atau mewahyukan Kitab-kitab tersebut adalah Allah yang sama? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Bukankah hal ini dapat mengundang pertanyaan kritis : “Apakah Allah yang menurunkan Al-Qur’an sama dengan Allah yang menurunkan Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil ? Kalau sama, mengapa pewahyuan-Nya dapat berbeda bahkan bertentangan satu sama lain? Kalau berbeda, mengapa Al-Qur’an mengatakan sama? “

(Ulasan panjang lebar mengenai tuduhan bahwa Kitab Suci umat Nasrani telah diubah atau dipalsukan dapat dibaca dalam tulisan : Ummat Muslim menuduh bahwa: Injil sudah DIPALSUKAN !)

Penulis mengharapkan adanya masukan dari para pembaca untuk memberikan pencerahan terhadap isi tulisan ini, yang tentunya secara ilmiah dan logis.

Dimana Letak Jawabannya? Pengkajian terhadap Al Quran, Hadist, dan Alkitab
Download e-book “Dimana Letak Jawabannya? Pengkajian terhadap Al Quran,
Hadist, dan Alkitab dengan meng-klik gambar di atas

23 Comments

Filed under Uncategorized

23 responses to “Samakah Allah di Al Quran dengan Allah di Kitab Suci Taurat, Zabur, dan Injil?

  1. 10 Sahabat Rasulullah Yang Dijamin Masuk Surga Dan Didampingi Oleh Para Nabi Disurga, Beserta Profil Dan Biografi Kesepuluh Sahabat Sampai Pada Putera-Puteri Keturunan Mereka Pada Masa Berdirinya Ajaran Islam
    Dari Abi Dzar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW masuk ke rumah Aisyah ra. dan beliau bersabda, “Wahai Aisyah, maukah kamu kuberikan kabar gembira? Ayahmu (Abu Bakar Ash-Shiddiq ra.) di surga, temannya adalah Nabi Ibrahim as. Umar di surga dan temannya adalah Nabi Nuh as., Utsman di surga dan aku temannya. Ali di surga dan temannya adalah Yahya bin Zakaria. Thalhah di surga dan temannya Nabi Daud as. Az-zubair di surga dan temannya Nabi Ismail as. Sa’d bin Abi Waqqash di surga dan temannya Nabi Sulaiman bin Daud. Said bin Zaid di surga dan temannya Musa bin Imran. Abdurrahman bin Auf di surga dan temannya Isa bin Maryam. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah di surga dan temannya Idris as. Wahai Aisyah, aku junjungan para nabi, ayahmu shiddiqin yang paling utama dan kamu adalah ummul mukminin.”
    Dalam Riwayat Hadist Yang lain :
    Dari Said bin Zaid ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”10 orang pasti masuk surga. Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Az-Zubair, Thalhah, Abdurrahman bin ‘Auf, Abu ‘Ubaidah ibnul Jarrah, Sa’d bin Abi Waqqash.” (Said bin Zaid) terdiam dan karena Rasulullah tidak menyebutkan yang ke-10. Ketika Said Bin Zaid menanyakan siapakah yang ke-10, beliau menjawab bahwa orang itu adalah dirinya ( Said bin Zaid ) sendiri. ” (HR At-Tirmizy)
    Dalam Riwayat Hadist Yang lain :
    Dari Abduurahman bin ‘Auf ra. berkata bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Az-Zubair di surga, Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Sa’d bin Abi Waqqash di surga, Said bin Zaid bin ‘Amru bin Nufail di surga, dan Abu ‘Ubaidah ibnul Jarrah di surga.” (HR At-Tirmizy dan Al-Baghawi dalam Al-Mashabih fil Hisan)
    1. Abu Bakar as Siddiq ra
    Nama aslinya adalah Abdullah bin abi Quhafah.
    -Ayahnya, Abu Quhafah yang nama aslinya adalah Usman bin Amir bin Amr bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ai bin Ghalib
    atTaimiy al Qurosy bertemu silisilah/ keturunan dengan Rasulullah saw di Murrah bin Ka’b.
    -Ibu Abu Bakar adalah Ummul Khair Salma binti Shokhr bin Amir bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah
    -usia beliau 63 tahun, sama seperti Rasulullah saw. Dia termasuk orang yang pertama masuk islam. Manusia terbaik setelah Rasulullah saw. Mengemban kekhilafahan selama 2,5 tahun. Riwayat-riwayat lain menyebutkan 2 tahun 4 bulan kurang 1 hari; 2 tahun;20 bulan
    - Putera-puterinyanya
    a .Abdullah, awal masuk islam sehingga termasuk sahabat. Diasaat Rasulullah saw dan Abu Bakar bersembunyi di dalam goa menghindari kejaran kafir Quraisy, ia pernah masuk goa itu juga. Dia terkena anak panah di Thaif, meninggal di saat ayahnya mengemban khilafah.
    b. Asma’, pemilik dua ikat pinggang. Istri Zubeir bin Awwam. Hijrah ke Madinah di saat mengandung Abdulllah bin Zubeir. Sehingga Abdullah merupakan orang islam pertama yang lahir setelah hijrah. Ibu Asma’ adalah Qutailah binti Abdul Uzza berasal dari Bani Luay meninggal dalam keadaan kafir.
    c dan d. Aisyah binti as-Siddiq, istri Nabi
    Ia memiliki saudara seayah dan seibu yaitu Abdurrahman bin Abu Bakar, yang berada di barisan kaum musyrikin pada perang Badar, namun setelah itu ia masuk islam. Ibu Aisyah adalah Ummu Ruman binti Amir bin Uaimir bin Abdu Syams bin Attab bin Udzinah bin Subai’ bin Duhman bin al Harits. Masuk islam, dan ikut hijrah ke madinah dan wafat di zaman Rasulullah saw
    Cucu Abu Bakar: Abu Atik Muhammad bin Abdurrahman lahir di zaman Rasulullah saw,termasuk sahabat. Sehingga kami tidak tahu keluarga lain (selain Abu Bakar) yang dengan empat keturunan, semuanya tergolong sahabat (ayah Abu Bakar-Abu Bakar-Abdurrahman-Abu Atik)
    e. Muhammad bin Abu Bakar. Lahir pada zaman haji wada’. Meninggal di Mesir dan dikuburkan disana. Ibunya adalah Asma’ binti Umais al Khots’amiyyah.
    f. Ummu Kultsum binti Abu Bakar.Lahir setelah Abu Bakar wafat. Ibunya adalah Habibah, riwayat lain menyebutkan Fakhitah binti Kharijah bin Zaid bin Abu Zuhair al Anshari. Ia dinikahi Thalhah bin Ubaidillah
    Keenam putera-puteri Abu Bakar adalah sahabat Nabi, kecuali Ummu Kultsum. Sementara Muhammad lahir masih zaman Nabi. Abu Bakar wafat pada tanggal 27 Jumadil Akhir 13H.
    2. Abu Hafs Umar bin Khatab ra
    -Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdil Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razakh bin Adiyy bin Ka’b bin Lu’ai bin Ghalib.Bertemu silisilah/ keturunan dengan Rasulullah saw di Murrah bin Ka’b.
    -Ibunya adalah Khantamah binti Hasyim. Riwayat lain menyebutkan binti
    Hisyam bin al Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.
    -Umar masuk islam di Mekah, dan mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah saw
    -Putera-puteri Umar
    1.Abu Abdurrahman Abdullah
    Masuk Islam pada awal datangnya Islam. Berhijrah bersama ayahnya. Dan dia termasuk sahabat pilihan.
    2. Hafshah, istri Nabi saw
    Ibu Hafshah adalah Zaenab binti Math’un
    3. Ashim bin Umar
    Lahir pada zaman Rasulullah saw. Ibunya adalah Ummu Ashim Jamilah binti Tsabit bin Abi al Aqlah
    4&5. Zaid al Akbar bin Umar, dan Ruqayyah putri Ummu Kultsum binti Ali
    bin Abi Thalib.
    6. Zaid al Ashghar dan Abdullah, keduanya putera Ummu Kultsum binti
    Jarwal al Khuzza’i
    7&8.Abdurrahman al Akbar bin Umar dan Abdurrahman al Ausath, Abu Syahmah yang didera akibat minum khomr. Ibunya adalah Ummu Walad yang juga disebut Lahyah.
    9. Abdurrahman al Ashghar bin Umar. Ibunya adalah Ummu Walad yang juga disebut Fakihah.
    10. Iyadh bin Umar. Ibunya adalah Atikah binti Zaid bin Amr bin Nufail.
    11. Abdullah al Ashghar bin Umar. Ibunya adalah Saidah binti Rafi’ al
    Anshariyyah. Dari Bani Amr bin Auf
    12. Fathimah binti Umar. Ibunya adalah Ummul Hakim binti Harits bin
    Hisyam
    13. Ummul Walid binti Umar. Tetapi kebenaran masih perlu diteliti lagi.
    14. Zaenab binti Umar. Saudara Abdurrahman al Ashghar bin Umar.
    - Umar mengemban kekhalifahan selama 10 tahun 6,5 bulan. Terbunuh pada akhir DzulHijjah 23 Hijriyah, pada usia 63 tahun sesuai dengan usia Rasulullah saw. Akan tetapi ada perselisihan pendapat tentang usia beliau ini.
    3. Abu Abdullah Ustman bin Affan ra
    Ia adalah cucu dari Abu al Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf. Nasab keturunannya bertemu dengan Rasulullah saw di Abdu Manaf, yang merupakan kakek ke lima.
    Nam ibunya adalah Arwa binti Kuraiz bin Rabiah bin Habib bin Abdi Syams bin Abdu Manaf. Sementara Ibnya adalah putri Ummul Hakim al Baidha’ binti Abdul Muthalib.
    Utsman masuk islam pada awal datangnya islam di Mekah. Melakukan hijrah 2 kali (Habasayah dan Medinah). Menikahi 2 puteri Rasulullah saw. Mengemban kekhilafahan selama 12 tahun kurang 10 hari. Ada riwayat menyebutkan kurang12 hari.Terbunuh pada 18 Dzul Hijjah tahun ke-35
    Hijriah ba’da Ashar. Saat itu ia sedang puasa. Ia meninggal pada usia 82 tahun.
    Putera-puteri Beliau:
    1. Abdullah al akbar, dilahirkan oleh Ruqayyah, puteri Rasulullah saw.
    Meninggal dunia pada usia 6 tahun. Rasulullah saw ikut masuk liang lahat saat penguburannya.
    2. Abdullah al Ashghar, dilahirkan oleh Fakhitah binti ‘Azwan, saudari
    Utbah
    3. ,4,5 dan 6.Umar, Khalid, Aban dan Maryam. Mereka dilahirkan oleh Ummu Amr binti Jundab bin Amr bin Humamah dari kabilah Azd daerah Daus
    7,8 dan 9. al Walid, Said dan Ummu Amr. Mereka dilahirkan oleh Fatimah binti Walid bin Abdu Syams bin Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.
    10. Abdul Malik. Dia tidak mempunyai keturunan. Meninggal dunia tatkala telah dewasa. Dia dilahirkan oleh Ummul Banin binti Uyainah bin Hisn bin Hudzaifah bin Zaid
    11, 12, 13. Aisyah, Ummu Aban dan Ummu Amr. Mereka dilahirkan oleh
    Ramlah binti Syaibah bin Rabiah
    14,15,16. Ummu Khalid, Arwa dan Ummu Aban as Sughra. Mereka dilahirkan oleh Nailah binti Farafishah bin Ahwas bin Amr bin Tsa’labah bin Harits bin Hisn bin Dhamdham bin Adyy bin Janab bin Kalb bin Wabrah
    4. Abu al Hasan Ali bin Abi Thalib ra
    Dia adalah cucu Abdul Mutthalib, sepupu Rasulullah saw.
    Dia dilahirkan oleh Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Fatimah adalah wanita Bani Hasyim pertama yang melahirkan keturunan dari Bani Hasyim. Masuk Islam di Mekah lalu hijrah ke Madinah dan wafat pada zaman Rasulullah saw.
    Ali bin Abi Thalib menikah dengan Fatimah puteri Rasulullah saw. Kemudian lahirlah hasan, Husein dan Muhassin dari pernihan ini. Tetapi Muhassin wafat tatkala masih kecil.
    -Putera-Puteri yang lain
    1.Muhammad bin Hanafiah. Ia dilahirkan oleh Khaulah binti Ja’far, dari
    Bani Hanifah.
    2,3. Umar bin Ali dan saudirnya Ruqayyah al Kubro
    4. Al Abbas al Akbar bin Ali, disebut juga asSaqa. Ia terbunuh bersama Husein
    5,6,7,8. Usman, Ja’far, Abdullah dan Banu Ali. Mereka saudara seayah dan seibu al Abbas al Akbar. Adapun ibu mereka adalah Ummul Banin al Kilabiyah.
    9,10. Ubaidullah dan Abu Bakar. Mereka tidak punya keturunan. Mereka dilahirkan oleh Laila binti Mas’ud anNahsyaliyyah
    11. Yahya bin Ali. Meninggal saat masih kecil. Lahir dari Asma’ binti Umais
    12. Muhammad bin Ali alAshghar ibumya adalah seorang budak yang bernama Daraj.
    13.,14. Ummul Hasan dan Ramlah. Mereka dilahikan Ummu Sa’d binti
    Urwah bin Mas’ud ats Tsaqofi.
    15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25.Zaenab as Sughra, Ummu Kultsum as Sughra, Ruqayyah as Sughra, Ummu Hani’, Ummul Kiram, Umu Ja’far (nama aslinya Jumanah), Ummu Salamah, Maimunah, Khadijah, Fatimah, dan Umamah. Mereka ini dilahirkan dari para ibu yang berbeda-beda.
    Ali mengemban kekhilafahan selama 4 tahun 7 bulan lebih beberapa hari. Ada beberapa pendapat berbeda mengenai hari. Ia mati terbunuh saat usianya 63 tahun. Ada beberapa riwayat lain menyebutkan 53tahun, 58 tahun, 57 tahun. Pada saat itu disebut tahun Jama’ah, tahun 40 H.
    5. Abu Muhammad Thalhah bin Ubaidillah ra
    Ia cucu Usman bin Amr bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’b bin Luayy bin Ghalib. Bertemu silisilah / keturunan dengan Rasulullah saw di Murrah bin Ka’b.
    -Ibu Thalhah
    Adalah Sha’bah binti Khadrami, saudari al Ala’ bin Khadrami. Nama asli al Khadrami adalah Abdullah bin Abbad bin Akbar bin Auf bin Malik bin Uwaif bin Khazraj bin Iyadh bin Sidq. Ibunya masuk islam dan wafat dalam islam.
    Thalhah masuk islam pada awal datangnya islam di Mekah. Turut serta dalam Perang Uhud dan peperangan setelahnya. Dia tidak turut dalam Perang Badar karena saat itu ia di Syam untuk berdagang. Tetapi Rasulullah saw memberikannya harta rampasan perang Badar dan menetapkannya sebagai ahli Badar.
    -Diantara Putera-Puterinya:
    1,2. Muhammad asSajjad,dan Imran
    Muhammad asSajjad terbunuh bersama ayahnya.Kedua putera tersebut dilahirkan Hamnah binti Jahsy
    3. Musa bin Thalhah. Dilahirkan Khaulah binti Qo’qo’ bin Ma’bad bin
    Zurarah.
    4,5,6. Ya;kub, Ismail, Ishaq.mereka dilahirkan Ummu Aban binti Utbah bin
    Rabiah
    7,8. Zakaria dan Aisyah. Dilahirkan Ummu Kultsum binti Abu Bakar as
    Shiddik ra
    9. Ummu Ishaq binti Thalhah. Dilahirkan Ummul Haris binti Qasamah bin
    Handzalah at Thaiyyah.
    Seluruh Putera puteri Thalhah 11 orang. 2 anak yamg lain ada riwayat yang menyebutkan Usman dan Shalih, namun riwayat kurang kuat. Thalhah terbunuh pada Perang Jamal pada tahun 36 H. Saat itu ia berusia
    62 tahun.
    6. Abu Ubaidillah Zubair bin Awwam ra
    Ia cucu Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushayy bin Kilab. Nasab keturunannya bertemu dengan Rasulullah saw di Qushayy bin Kilab, yang merupakan kakek ke lima.
    -Ibunya:
    Shafiyyah binti Abdul Mutthalib, bibi Rasulullah saw. Masuk Islam dan
    Hijrah ke Madinah.
    Zubeir berhijrah dua kali (Habasayah dan Medinah).dan ia shalat dua kiblat (sebelum dirubah menghadap ka’bah, dahulu kaum muslimin shalat menghadap masjidil Aqsa). Ia adalah orang yang pertama kali menghunus pedangnya di perang fi sabilillah . Ia disebut hawaryy Rasulullah saw.
    - Diantara Putera-Puterinya:
    1. Abdulllah, ia merupakan orang islam pertama yang lahir setelah hijrah.
    2,3,4,5,6,7,8. Al Mundzir,Urwah,Ashim, al Muhajir, Khadijah al Kubro, Ummul Hasan, Aisyah . Kedelapan anak tersebut dilahirkan Asma’ binti Abu Bakar ra.
    8,10,11,12,13. Khalid, Amr, Habibah, Saudah, Hindun. mereka dilahirkan Ummu Khalid binti Khalid bin Said bin al Ash.
    14,15,16. Mush’ab, Hamzah, Ramlah. mereka dilahirkan Rabbab binti Unaif al Kalbiyyah.
    17,18,19. Ubaidah, Ja’far, Hafshah mereka dilahirkan Zaenab binti Bisyr dari Bani Qais bin Tsa’labah.
    20 Zaenab binti Zubair. ia dilahirkan Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abi Mu’aith
    21. Khadijah asShughra. ia dilahirkan alJalal binti Qais dari Bani Asad bin
    Khuzaimah.
    Seluruh putera puteri Zubeir 21 orang.
    Ia terbunuh pada Perang Jamal pada tahun 36 H. Saat itu ia berusia 67 tahun.Riwayat lain 66 tahun.
    7. Sa’ad bin Abi Waqas ra
    Nama Abi Waqas adalah Malik bin Uhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Bertemu silisilah/ keturunan dengan Rasulullah saw di Kilab bin Murrah.
    -Ibunya: Hamnah binti Sufyan bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdi
    Manaf
    Sa’ad masuk islam pada awal datangnya Islam di Mekah. Ia berkata:
    “Saya adalah orang ketiga yang masuk Islam“
    Turut serta dalam Perang Badar dan seluruh peperangan setelahnya bersama Rasulullah saw. Ia adalah orang yang pertama kali melontarkan anak panahnya di perang fi sabilillah. Adapun lontaran anak panahnya diarahkan pada sebuah pasukan yang di dalamnya terdapat Abu Sofyan. Pertemuan 2 pasukan itu terjadi dekat Rabigh di awal tahun pertama Rasulullah saw datang di Madinah.
    - Diantara Putera-Puterinya:
    1. Muhammad, ia dibunuh al Hajjaj
    2. Umar, dibunuh al Muhtar bin Abi Ubaid
    3,4 Amir da Mus’ab. Mereka berdua meriwayatkan hadis
    5,6,7. Umair, Shalih, Aisyah mereka Bani Sa’d
    Wafat di istananya di Aqiq, yang jaraknya 10 mil dari Madinah. Lalu jenazahnya dipikul ke Madinah. Itu terjadi tahun 55 H. saat itu ia berusia
    70 tahun lebih. Ia merupakan orang yang terakhir meninggal diantara 10 orang yang mendapat kabar gembira masuk surga.
    8. Abu al ‘Awar Said bin Zaid bin Amr ra
    Ia cucu Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Razah bin Adyy bin Ka’b bin Luayy bin Ghalib. Bertemu silisilah/ keturunan dengan Rasulullah saw di Ka’b bin Luayy.
    Ibunya: Fatimah binti Ba’jah bin Umayyah bin Khuwailid, dari Bani Mulaih dari Khuzaah.
    Said bin Zaid adalah sepupu Umar bin Khatthab ra, dan menikah dengan saudara Umar, Ummu Jamil binti Khattab.
    Ia masuk islam pada awal datangnya islam di Mekah.Namun ia tidak turut dalam Perang Badar.
    Diantara Puteranya adalah Abdullah, seorang penyair.
    Zubeir bin Bakkar berkata: Said anaknya sedikit, dan diantar mereka tinggal di luar Madinah.
    Said meninggal tahun 51 H. saat itu ia tengah berusia lebih dari 70 tahun
    9. Abu Muhammad Abdurrahman bin Auf bin Abdi Auf ra
    Ia cucu Ibnu Abd bin al Haris bin Zuhrah bin Kilab. Bertemu silisilahnya dengan Rasulullah saw di Kilab bin Murrah.
    Ibunya bernama as Syifa’. Riwayat lain menyebutkan al’Anqa’binti Auf bin
    Abdul Harits bin Zuhrah.ia masuk Islam dan hijrah
    Abdurrahman bin Auf masuk Islam pada awal datangnya Islam di Mekah. Turut serta dalam Perang Badar dan seluruh peperangan setelahnya bersama Rasulullah saw. Dalam riwayat sahih disebutkan bahwa Rasulullah saw pernah menjadi makmum shalat padanya saat Perang Tabuk.
    - Diantara Putera-Puterinya:
    a. Salim al Akbar, meninggal sebelum datangnya Islam b. Ummul Qasim, lahir pada zaman Jahiliyah
    c. Muhammad, lahir setelah datangnya Islam. Dengan nama ini Abdurrahman dijuluki (abu Muhammad)
    d, e, f. Ibrahim, Humaid dan Ismail. mereka dilahirkan Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abi Mua’ith bin Abi Amr bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdi Manaf
    Ummu Kultsum termasuk wanita yang hijrah dan salah seorang yang telah baiat pada Rasulullah saw. Dan seluruh putera Abdurrahman yang lahir darinya, menjadi perawi hadis.
    Urwah bin Abdurrahman, terbunuh di Afrika. Ia dilahirkan Nuhairah binti Hani’ bin Qabishah bin Mas’ud bin Sya’ban
    Halim al Asghar, terbunuh di Afrika .Ia dilahirkan Sahlah binti Suhail bin Amr. Ia saudara seibu Muhammad bin Abu Hudhaifah bin Utbah Abdullah al Akbar, terbunuh di Afrika. Ibunya dari bani Abdil Ashal. Abu Bakar bin Abdurrahman dan Abu Salamah al Fakih, ia Abdullah al Ashghar. Ibunya adalah Tumadhir binti al Ashbagh alKalbiyyah. Ia wanita dari Bani Kalbiy pertama yang dinikahi lelaki Quraisy. Abdurrahman bin Abdurrahman dan Mus’ab bin Abdurrahman. Mush’ab pernah menjadi tawanan polisi Marwan bin Hakam di Madinah.
    Abdurrahman meninggal di Madinah, dan dimakamkan di Baqi’ tahun 32 H saat kekhalifahan Usman bin Affan.Usman ikut menyolati jenazahnya. Ia wafat pada usia 72 tahun.
    10. Abu Ubaidah Amir bin Abdullah bin al Jarrah ra
    Ia cucu Hilal bin Uhaib bin Dhabbah bin al Harrits bin Fihr bin Malik. Dilahirkan Ummu Ghanm binti Jabir bin Abdul Uzza bin Amir bin Umairah bin Wadi’ah bin Al Harits bin Fihr. Dalam riwayat lain: Umaimah binti Ghanm bin Jabir bin Abdul Uzza. Bertemu silisilah/ keturunan dengan Rasulullah saw di Fihr bin Malik.
    Abu Ubaidah masuk islam pada awal datangnya islam di Mekah, sebelum Rasulullah saw masuk Darul Arqam. Turut serta dalam Perang Badar dan beberapa peperangan setelahnya bersama Rasulullah SAW. Pada saat Perang Uhud, ia mencabut dua gelang (dari rajutan baju besi) yang menancap di wajah Rasulullah saw dengan gigi depannya.Akibatnya, tanggallah 2 giginya
    -Keturunan Abu Ubaidah ra:
    Hanya 2 putera, yaitu Yazid dan Umar. Namun mereka meninggal, dan tak terdapat lagi penerus generasi Abu Ubaidah.
    - Wafatnya:
    - Abu Ubaidah ra wafat karena wabah penyakit tha’un amwas pada tahun 18 H. Ia dimakamkan di Ghour Baisan di Desa Amta’. Saat itu usianya 58 tahun. Muadz bin Jabal ra ikut menshalati jenazahnya. Ada riwayat lain menyebutkan Amr bin A’sh pun ikut.
    Pada saat Perang Badar Abu Ubaidah membunuh ayahnya yang saat itu masih kafir. Karena peristiwa ini Allah menurunkan ayat:
    Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak- anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.

    • Terima kasih buat kesabaran Saudara Dudi untuk mengisahkan kehidupan serta silsilah dari para sahabat Rasulullah SAW. Maaf komentar yang lain tidak saya tampilkan karena terlalu panjang. Saya pilih komen saudara yang ini karena berkaitan langsung tentang kepastian masuk sorga. Kami melihat bahwa Saudara Dudi sangat memahami apa yang kami maksudkan dalam KATA PENGANTAR dan KATA PENUTUP buku kecil kami tersebut. Di situ kami menyebutkan bahwa kami mengharapkan mendapat banyak masukan dari Bapak Ibu Saudara yang paham mengenai hal-hal yang membingungkan kami tersebut. Hanya saja, sayang Saudara tidak melanjutkannya hingga masuk ke substansi atau isi tulisan kami. Saudara masih berada diluar konteks pertanyaan atau kebingungan kami yang membutuhkan jawaban tersebut.

      Sebagai orang beriman, seharusnya kita berbeda dengan orang yang tidak beriman. Ada banyak unsur yang membedakannya. Salah satunya, orang beriman percaya ada surga serta ada neraka jahannam. Kalau seseorang memutuskan untuk menjadi seorang beriman, dimana Saudara Dudi menyebutkannya dengan istilah masuk Islam, seharusnya tentu sudah melalui pertimbangan baik-baik. Saya kurang terkesan dengan orang yang memeluk satu agama hanya dikarenakan orangtuanya memeluk agama tersebut. Sepantasnya, salah satu pertimbangan yang “harus” dimiliki seseorang sebelum dia memilih masuk ke satu agama tertentu adalah apakah dia akan selamat dari neraka serta masuk surga karena pilihan tersebut. Jikalau tidak demikian, berarti hampir tidak ada bedanya dengan orang tidak beriman (katakanlah orang kafir). Kalau orang tidak beriman (orang kafir) tidak masuk surga, sementara orang beragama juga tidak ada kepastian masuk ke surga, lalu dimana letak keutamaan agama itu?

      Dilihat dari satu sisi, menjadi orang beragama sama artinya dengan siap berkorban. Siap berkorban untuk menahan diri atau menyangkal diri. Menahan diri dari menikmati yang enak-enak. Misalnya : narkoba, candu, sex bebas, kaya raya karena uang haram, judi, minuman keras, dll. Semua itu enak. Kalau kita memilih jadi orang yang beragama, lalu berkorban seperti itu, namun tokh akhirnya masuk neraka, bagaimana ini?

      Menurut saya, agama haruslah merupakan paket yang lengkap dan sempurna. Kalau agama tidak dapat memberi solusi yang tuntas bagi kita untuk dapat selamat masuk surga, lalu dimana kelebihan agama itu? Orang kafir dapat mentertawakan kita.

      Itu sebabnya saya coba selidiki semua perkataan Allah atau wahyu ilahi untuk menemukan harta karun yang tersembunyi di sana. Dari situ muncul tulisan saya berjudul : “Agama Islam dan Kristen Sama-Sama Tidak Menyelamatkan.” Bagi saya, agama harus merupakan paket yang lengkap dan sempurna. Firman Allah harus lengkap dan sempurna karena Allah sempurna. Harus komplit disertai dengan pedoman yang tuntas dan sempurna mengenai jalan yang lurus sirathal mustaqim.

      Terima kasih buat komentarnya Saudara Dudi.

  2. krisna

    Cara penyampaian anda itu tidak logis karena anda cenderung melihat dari sisi perbedaanya saja tanpa mlihat sisi persamaan dari semua kandungan ayat-ayat Alkitab (Zabur, Taurat, Injil dan Al Qur’an) dimana ayat-ayat Zabur, Taurat, Injil terlalu banyak pengutipan. Ingat Surat Korintus itu tidaklah dapat dibenarkan karena itu merupakan sebuah ideologi PAUS PAULUS yang dituangkan ke dalam Kitab Injil. Kalau pemahaman anda seperti yang anda tulis di atas sama saja anda adalah keledai bermata tiga yang artinya anda tahu kebenaran itu namun seolah-olah anda menutupinya dan cenderung membodohi diri anda sendiri. Kalau memang kenyataanya Allah dalam Al-Qur’an itu berbeda dengan Allah yang di dalam Kitab Zabur, Taurat, dan Injil maka akan terjadi suatu ketiadaan Allah di semua KITAB-KITABNYA. Dan anda pasti akan mendapati perbedaan pada isi dan kandungan dari semua kitab-kitab itu… seperti yang anda sampaikan di atas tadi. Ingat anda tidak melihat konsekuensi dari semua perbedaan itu, karena anda hanya menafsirkn menurut diri anda sendiri, dan apa bila aku tanya apakah anda hidup di masa mereka (jaman nabi) dan bersama-sama mereka? Terdapat suatu persamaan/perbedaan satu sama lain dalam KITAB-KITAB Allah itu adalah sebuah rahasiah ILLAHI dan mnusia sebagai ciptaannya tidaklah sepantasnya membeda-bedakan ALLAH dalam ZAT-nya yang maha kuasa.

    • Salam buat Saudaraku Krisna. Terima kasih buat komentar Saudaraku. Ijinkan kami untuk mencoba menanggapinya.

      PERTAMA :
      Dasar dari kami menulis adalah karena keprihatinan kami terhadap sikap umat Muslim dan umat Nasrani. Kami melihat selama ini ada sikap saling menyalahkan di antara keduanya. Mungkin Saudaraku belum pernah mendengar atau tidak memperhatikan hal tersebut. Padahal alangkah indahnya jika kedua pihak hidup rukun dan bersaudara. Itu sangat manis. Namun kenyataannya, betapa sering kita mendengar bahwa pihak yang satu merasa dirinya ataupun ajarannya lebih benar dibanding pihak yang lain. Pihak yang satu menyalahkan, bahkan sampai menghakimi pihak yang lain. Tidak jarang kita dengar di rumah-rumah ibadah, pemeluk agama yang satu menyalahkan atau menghakimi yang lain. Itu sangat sering kita dengar. Bahkan juga lewat buku maupun dunia maya. Lalu kita lihat selanjutnya, pihak yang disalahkan membalas dengan menyalahkan atau menjelekkan pihak yang pertama. Kami melihat semua itu bukan merupakan kebiasaan yang baik. Kami jadi sangat tertarik untuk mempelajari Kitab-kitab Suci. Kami pelajari Al-Qur’an dan Hadis. Kami pelajari juga Alkitab (Kitab Suci umat Nasrani). Kami ingin tahu mengapa mereka suka bersilang pendapat. Kami coba pelajari kebenarannya. Setelah selesai mengkaji, kami menyampaikan hasilnya lewat tulisan-tulisan. Kami juga mencoba untuk menyampaikan kritikan ataupun teguran kepada pihak yang salah namun merasa dirinya benar. Dan itu telah kami lakukan melalui berbagai tulisan. Harapan kami, kebiasaan saling menyalahkan atau menghakimi tersebut dapat dihilangkan.

      Kami akan sebutkan beberapa contoh :
      1. Umat Muslim menuduh umat Nasrani kafir karena umat Nasrani mengatakan Allah ada tiga, ataupun umat Nasrani Allahnya ada tiga. Ini sering kita dengar lewat ceramah-ceramah di rumah-rumah ibadah ataupun kita baca di buku atau di dunia maya. Kami coba mempelajarinya, Kami kaji. Ternyata didalam Alkitab kami tidak ada menemukan satu ayatpun yang menyebutkan bahwa Allah ada tiga. Juga tidak ada satu ayat pun yang menuliskan bahwa umat Nasrani berkata Allah ada tiga. Termasuk juga tidak ada satu ayatpun yang menyebutkan bahwa Tuhan umat Nasrani ada tiga. Bahkan tidak sedikit ayat-ayat didalam Kitab Suci umat Nasrani yang dengan tegas menyebutkan bahwa Allah itu hanya satu atau tunggal. Bahwa Allah itu Esa. Karena kami pandang penemuan tersebut penting maka kami menuangkan hasil pengkajian tersebut dalam sebuah tulisan berjudul : “Apa Benar Allah Itu Bukan 3?
      2. Umat Muslim menuduh umat Nasrani kafir karena umat Nasrani mengatakan Allah beranak. Umat Nasrani dituduh menghina atau menghujat kesucian Allah. Hal ini juga sangat sering kita dengar. Kami coba pelajari. Kami kaji. Ternyata didalam Alkitab kami tidak ada menemukan satu ayatpun yang menyebutkan bahwa Allah itu beranak, dalam arti menghina atau menghujah kesucian Allah. Karena kami pandang penemuan tersebut penting maka kami tuangkan hasil pengkajian tersebut dalam sebuah tulisan berjudul : “Allah BERANAK ? Tidak mungkin !!
      3. Umat Muslim menuduh bahwa umat Nasrani menyembunyikan kebenaran mengenai ramalan kedatangan Rasulullah SAW. Umat Muslim meminta pengakuan umat Nasrani bahwa ramalan atau pewahyuan tersebut ada tertulis di Alkitab. Namun umat Nasrani tidak pernah mengakuinya. Kami percaya hal inipun sering kita dengar. Kami coba pelajari. Kami kaji. Ternyata didalam Alkitab kami tidak ada menemukan satu ayatpun yang meramalkan atau mewahyukan kedatangan Rasulullah SAW. Karena kami pandang penemuan tersebut penting maka kami tuangkan hasil pengkajian tersebut dalam tulisan berjudul : “Ramalan atau Pewahyuan mengenai Kedatangan Isa Al-Masih maupun Muhammad SAW”.
      4. Umat Muslim menuduh bahwa Alkitab (Kitab Suci umat Nasrani) sudah tidak asli lagi. Umat Muslim menuduh bahwa Alkitab sudah dipalsukan, sudah dirubah, sudah diobok-obok bahkan sudah dipermak habis. Tentunya hal inipun sangat sering kita dengar. Kami coba pelajari. Kami kaji. Kami memperoleh temuan-temuan yang luar biasa yaitu bahwa ternyata tuduhan umat Muslim tersebut adalah tuduhan yang hanya sepihak dan tidak punya dasar yang kuat. Ternyata isi Alkitab yang ada sekarang tidak berbeda dengan isi Alkitab yang asli. Karena kami pandang penemuan tersebut penting maka kami tuangkan hasil pengkajian tersebut dalam sebuah tulisan berjudul : “Ummat Muslim menuduh bahwa: Injil sudah DIPALSUKAN !” Selain tulisan tersebut, kami juga telah menyusun tulisan lain mengenai topik tersebut dengan judul “Samakah Allah di Al Quran dengan Allah di Kitab Suci Taurat, Zabur, dan Injil?
      5. Masih banyak lagi peristiwa saling tuduh serta saling menyalahkan bahkan saling menghakimi diantara umat Muslim dan umat Nasrani. Kami tidak dapat memuat semuanya disini karena takut terlalu panjang.

      Kami berharap agar semua tulisan yang kami posting tersebut dapat menjadi masukan bagi siapa pun yang biasa atau suka saling menyalahkan atau menghakimi tersebut. Kami berharap tulisan tersebut juga menjadi satu kritikan bagi yang “salah” namun selalu merasa dirinya benar. Dengan demikian kita harapkan kebiasaan jelek dalam hal saling menyalahkan tersebut dapat dihilangkan, sehingga kehidupan bersama yang rukun dapat terwujud.

      KEDUA :
      Saudaraku berkata bahwa kami hanya mengutip perbedaan-perbedaan antara Al-Qur’an dengan Alkitab. Secara umum hal tersebut memang benar. Mengapa kami mengutip dan mengkaji perbedaan-perbedaan tersebut? Karena justeru perbedaan-perbedaan itulah yang selalu memicu sikap saling menyalahkan di antara kedua umat. Bukan persamaannya. Dimulai dari adanya perbedaan-perbedaan di antara Kitab Suci keduanya. Lalu masing-masing pihak merasa pihaknya yang benar. Selanjutnya tidak mau mengalah. Kemudian mulai saling menyalahkan. Tentu saja untuk dapat memberikan masukan berupa koreksi, kami harus masuk dari mengulas perbedaan-perbedaan tersebut.

      KETIGA :
      Saudaraku berpendapat bahwa Surat Korintus tidak benar karena Surat tersebut merupakan ideologi rasul Paulus (bukan PAUS PAULUS seperti yang Saudaraku sebutkan). Kami melihat pendapat tersebut sama sekali tidak benar. Kami menangkap selama ini bahwa sangat banyak orang yang menentang Surat-surat rasul Paulus, khususnya umat Muslim. Kami tidak terlalu mengerti mengapa surat-surat rasul Paulus begitu ditentang, walau seringkali tanpa disertai dasar yang kuat. Kami memperkirakan penolakan terhadap surat-surat Paulus tersebut disebabkan kurangnya pengenalan akan siapa itu rasul Paulus.
      Rasul Paulus itu dulunya bernama Saulus. Dia seorang yang sangat terpelajar. Berpendidikan tinggi teologia agama Yahudi. Dia juga anggota Mahkamah (mungkin semacam anggota legislatif pada zaman sekarang). Dia sangat giat beragama. Semua akidah agama Yahudi, baik kewajiban maupun larangan, dikerjakannya dengan nyaris sempurna. Pada saat ajaran Isa muncul, dia sangat membenci ajaran serta pengikut Isa. Nama Saulus baru mulai mencuat pada masa setelah Isa kembali ke surga. Begitu bencinya Saulus kepada ajaran serta pengikut Isa, sehingga dia meminta Surat Kuasa dari otoritas agar dia boleh menangkapi pengikut Isa dan menjebloskan mereka kedalam penjara. Sangat banyak pengikut Isa yang ditangkapinya. Tidak puas sampai disitu, Saulus meminta Surat Kuasa untuk pergi ke kota Damsyik. Dia hendak menangkapi dan memenjarakan pengikut Isa yang tinggal di Damsyik. Setelah mendapat Surat Kuasa, Saulus dengan membawa rombongan berangkat ke Damsyik. Namun, di tengah jalan mereka melihat satu cahaya yang sangat menyilaukan mata. Lalu dari tengah cahaya tersebut seseorang berbicara kepada Saulus. Yang berbicara ternyata adalah Isa sendiri. Isa memperlihatkan diri-Nya kepada Saulus dan berbicara kepada Saulus. Detil pembicaraannya dapat Saudaraku baca dalam Kisah Para Rasul. Setelah mengalami penglihatan tersebut Saulus menjadi buta total. Rombongannya menuntun dia ke Damsyik. Sampai di Damsyik seorang pengikut Isa yang bernama Ananias mendoakan Saulus sehingga dia dapat melihat kembali. Sejak saat itu Saulus bertobat, menjadi percaya kepada Isa, serta memberi diri dibaptis. Namanyapun diganti menjadi Paulus. Setelah belajar dan dipersiapkan, Paulus akhirnya menjadi seorang rasul dan melayani Isa (Kisah Para Rasul 9 : 3-21).
      3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
      4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”
      5 Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
      6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”
      7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.
      8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
      9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
      10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!”
      11 Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
      12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.”
      13 Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
      14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.”
      15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
      16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”
      17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”
      18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
      19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (9 #19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.
      20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.
      21 Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: “Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?”

      Itulah kisah mengenai Rasul Paulus. Selanjutnya rasul Paulus banyak menerima pewahyuan dari Allah yang dituliskannya dalam surat-suratnya. Itulah sejarah dari tulisan-tulisan rasul Paulus. Saya melihatnya hampir sama dengan apa yang dialami Rasulullah SAW. Menurut yang dikatakan Al-Qur’an dan Hadis, Rasulullah menerima pewahyuan dari Allah. Rasulullah menerima pewahyuan mengenai kisah-kisah atau peristiwa-peristiwa yang terjadi jauh sebelum zaman Rasulullah. Pewahyuan tersebut lalu dituliskan oleh para sahabat yang akhirnya menjadi surat-surat Al-Qur’an. Padahal kita tahu bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menyaksikan secara langsung hampir semua kisah atau peristiwa tersebut. Peristiwa-peristiwa tersebut diketahui semata hanya lewat pewahyuan. Tidak ada satupun saksi mata. Namun tidak terlalu sulit bagi umat untuk mempercayai semua kisah atau peristiwa yang diceritakan tersebut. Begitu juga halnya dengan pewahyuan yang diterima Rasul Paulus yang dituangkannya dalam tulisan-tulisannya. Tentu juga tidak sulit bagi kita untuk mempercayainya. Walaupun kedua-duanya diterima hanya lewat pewahyuan.

      Demikian Saudaraku Krisna. Salam.

    • Salam Saudaraku Krisna,

      Kami juga merasa perlu menambahkan bahwa karena kami mengharapkan umat Muslim dan umat Nasrani hidup rukun, maka kami juga telah mencoba mengulas persamaan-persamaan yang ada antara Al-Qur’an dengan Alkitab. Pembahasan tersebut telah kami tuangkan dalam tulisan “Agama Islam dan Kristen sama-sama tidak Menyelamatkan”. Selain tulisan tersebut, kami juga membahas persamaan-persamaan yang ada antara Al-Qur’an dan Alkitab dalam tulisan berjudul “Isa itu Manusia atau Tuhan ?”.

      Demikian Saudaraku Krisna. Salam.

  3. rio

    em maaf, saya hanya ingin memberi masukan bahwa kami tidak menyembah apa yang kamu sembah dan kamu tidak menyembah apa yang kami sembah. agamaku adalah agamaku, agamamu adalah agamamu. saling toleransi saja. kebenaran akan terungkap pada hari akhir nanti. mungkin menurut anda itu adalah benar tapi belum tentu dimata orang lain itu benar. sebelumnya saya mohon maaf. terimakasih.

    • Salam perkenalan buat Saudaraku Rio.

      Terlebih dulu kami mau minta maaf kalau tulisan kami kurang berkenan di hati Saudaraku. Agar lebih dapat dipahami, kami mau menyampaikan alasan mengapa kami mempelajari Al-Qur’an, Hadis dan Alkitab. Ini sudah kami utarakan dalam postingan kami berjudul : “Pindah Agama, dari Kristen menjadi Islam. Tawaran yang Menarik”.

      Kami minta ijin kepada Saudaraku untuk memberikan tanggapan atau pendapat atas komentar Saudaraku tersebut.

      Menurut pendapat kami, mengkaji kebenaran bukanlah perbuatan yang salah. Terlebih jika kita ingat bahwa kita adalah orang yang beriman kepada Allah. Kita percaya bahwa kehidupan bukanlah hanya sebatas kehidupan di dunia yang fana ini. Ada kehidupan setelah mati. Kehidupan yang kekal selama-lamanya. Masuk neraka jahannam dan disiksa kekal, atau berbahagia kekal di surga. Kita butuh tempat untuk berlabuhnya jiwa dan ruh kita satu saat nanti. Pelabuhan yang “kekal”. Kalau bukan itu tujuan kita beragama, lalu buat apa kita beragama? Kalau orang beragama tidak selamat masuk ke surga, lalu apa beda kita dengan orang kafir? Orang kafir masuk neraka. Orang beragama pun tidak luput dari neraka. Berarti beragama tersebut tidak mengubahkan nasib kekal kita. Lalu dimana letak keutamaan agama? Sebenarnya, kita sadari atau tidak, mengkaji kebenaran adalah merupakan kebutuhan jiwa dan ruh kita. Buktinya? Selama ini kita mau mengikuti ceramah-ceramah atau pengajaran-pengajaran dengan segala kupasannya. Mengapa? Karena jiwa dan ruh kita membutuhkan itu. Ruh dan jiwa kita mencari kebenaran. Tanpa kita sadari, jiwa dan ruh kita terus mencari tempat “berlabuh” yang kekal.

      Kami yakin, tidak ada satupun diantara kita yang mau dimasukkan ke neraka jahannam. Kita ingin masuk ke surga.Oleh sebab itu, sangat tidak bijaksana jika kita melakukannya secara “trial and error”. Coba-coba saja, siapa tahu masuk ke surga. Toh akan ketahuan nanti pada hari kiamat. Eh .. eh .. tidak tahunya masuk neraka. Harus kita ingat selalu, mati cuma sekali. Setelah itu dihakimi. Masuk ke surga kekal. Atau disiksa di neraka jahannam yang juga kekal. Jadi, wajar jika kita melakukan pengkajian demi pengkajian terhadap kebenaran. Kita tidak ingin menjalani hidup beragama ini dengan cara coba-coba atau “trial and error”.

      Kami ingin menambahkan bahwa memperbandingkan ajaran agama yang satu dengan yang lain secara ilmiah dan logis bukanlah merupakan satu kekeliruan. Itu termasuk bagian dari mencari kebenaran. Di sekolah-sekolah agama seperti UIN, IAIN dan pondok-pondok pesantren yang besar ada jurusan Perbandingan Antar Agama. Bagi para dosen dan siswa di sana, memperbandingkan ajaran agama yang satu dengan agama yang lain sudah merupakan kegiatan rutin sehari-hari. Semua berpegang pada keyakinan bahwa agama manapun harus siap diuji dari sudut manapun. Setiap agama harus yakin bahwa ajarannya benar dan kokoh sehingga tidak perlu kuatir jika diuji. Dengan syarat, pengujian dilakukan secara ilmiah, logis, serta punya dasar yang kuat atau authentik… Sekaligus, tentu saja, dalam nuansa persaudaraan serta persahabatan.

      Selanjutnya, sebagai yang terakhir, kalau satu ajaran atau agama tidak siap ataupun tidak bersedia untuk diuji atau diperbandingkan, bagaimana mau layak jual? Maksudnya, bagaimana umat Muslim mau melakukan dakwah atau menyebarkan ajaran agama kalau tidak bersedia ajarannya diuji? Atau, bagaimana umat Nasrani mau melakukan penyebaran ajaran kalau juga tidak bersedia untuk diuji?

      Sebagai penutup, kami berharap, kalaupun diantara kita ada perbedaan pendapat janganlah itu menjadikan kita menjadi saling salah paham. Semoga kita semua memiliki kerinduan dan kehausan yang sama dalam mencari kebenaran sejati.

      Demikian Saudaraku Rio. Salam.

      • subhan

        Om gatot yg budiman dan super sekali saya terkesan sekali dengan pendapat anda,pemikiran anda sudah kelewat jauh…sedikit saran saya perkuatlah iman anda,karna ilmu yg tinggi akan sia-sia apabila tidak ada keimanan nya,,terimakasih

      • Salam Persaudaraan buat Saudaraku Subhan,

        Kami sangat berterima kasih kepada Saudaraku untuk komen sekaligus nasihat yang Saudaraku berikan. Nasihat Saudaraku benar-benar seperti cahaya mercu suar bagi kami, yang memperingatkan kami untuk tetap menjaga hati di hadapan Allah. Kita tahu bahwa kesombongan adalah awal dari kejatuhan seseorang; tinggi hati mendahului kehancuran.

        Sejujurnya, kami tidaklah punya ilmu yang tinggi. Kami menyusun beberapa tulisan (mungkin beberapa sudah Saudaraku baca) bukan karena kami sudah pakar di bidang ini. Situasilah yang telah menggiring kami sehingga kami mencoba memberanikan diri untuk mengkaji Al-Qur’an, Hadis dan Kitab Suci umat Nasrani. Penyebabnya sudah kami utarakan dalam postingan kami berjudul : “Pindah Agama, dari Kristen menjadi Islam. Tawaran yang Menarik”.

        Dalam kesempatan ini, kalau dalam tulisan kami ada kata-kata yang kurang bijak yang membuat Saudaraku tidak berkenan, dengan segala kerendahan hati kami mohon dimaafkan. Kalaupun kami tidak cukup terampil dalam memilih kata-kata yang bijaksana untuk mencegah terjadinya kesalah-pahaman, kami mengaku bahwa kami tidak punya maksud buruk.

        Demikian Saudaraku Subhan. Salam.

  4. amin

    Bikin cerita malah bikin bingung.. Agama mu apa sich??? Kalau agama mu islam harusnya kamu yakin..!!!

    • Salam buat Saudaraku Amin (Eza.linggar). Selamat datang di blog Santoso Gatot Budi.

      Kami mau minta maaf kalau Saudaraku telah dibuat menjadi bingung oleh tulisan kami. Sebenarnya, mengapa kami menuangkan isi pikiran ataupun hati kami dalam tulisan-tulisan kami adalah karena kami juga bingung. Kami bingung melihat apa yang ada antara Al-Qur’an (dan Hadis) dengan Alkitab (Kitab Suci umat Nasrani). Selain itu kami juga bingung melihat begitu seringnya terjadi perdebatan atau perselisihan pendapat antara umat Muslim dengan umat Nasrani. Jadi kalau Saudaraku menjadi bingung melihat substansi tulisan kami, kami kira itu wajar, karena Saudaraku sedang menangkap kebingungan kami.

      Adapun alasan awal mengapa kami mengkaji Al-Qur’an, Hadis dan Alkitab telah kami tuangkan dalam postingan “Pindah Agama, dari Kristen menjadi Islam. Tawaran yang Menarik”.

      Namun ada juga sisi-sisi yang menggembirakan yang kami jumpai saat kami melakukan pengkajian. Ternyata di dalam Al-Qur’an maupun Alkitab ada tersimpan harta terpendam yang luar biasa. Jikalau harta terpendam tersebut tidak digali keluar, harta tersebut tidak akan kelihatan. Temuan harta yang luar biasa tersebut telah kami tuangkan dalam tulisan berjudul “Agama Islam dan Kristen Sama-sama tidak menyelamatkan”.

      Demikian Saudaraku Amin (Eza.linggar)

  5. Assalamu alaikum mas.. Saya rasa anda gak perlu capek2 mencari kesamaan kitab suci al_quran dan injil, ,

    Cukup anda kaji injil yang begitu banyak pertentangan antara perjanjian baru dan perjanjian lama, salah satu contoh, masalah ketuhan yesus, yesus tidak pernah mengakui dirinya tuhan, sedangkan ayat paulus mengatakan yesus adalah tuhan,
    Yesus mengatakan wajib sunat,
    Paulus mengatakan tdk sunat tidak jadi masalah, yesus mengatakan babi haram, di ganti menjadi babi hutan haram, babi ternak tdk haram..,

    Semoga anda mendapat hidayah atas kemauan anda mengkaji firman allah….aamiin

    • Salam buat Saudaraku Eel_Flaco (pemulunkata.wordpress.com). Terima kasih untuk kesediaan Saudaraku mengomentari tulisan kami.

      Sebelumnya kami mau mengatakan apa adanya, yaitu bahwa kami sedikitpun tidak punya maksud untuk menghina atau mencemooh agama Islam dan Al-Qur’an, maupun untuk berdebat. Kalau Saudaraku membaca postingan awal kami yang berjudul “Pindah Agama, dari Kristen menjadi Islam. Tawaran yang Menarik” serta “Kitab Suci dan Al-Qur’an Seharusnya Bersaudara” , kami kira Saudaraku akan dapat mengetahui mengapa kami mempelajari Al-Qur’an, Hadis dan Alkitab. Kami harap Saudaraku dapat mengerti.

      Kalaupun ada cukup banyak pertanyaan atau kebingungan yang kami alami selama pengkajian, sedikitpun tidak ada maksud kami untuk mengolok, merendahkan, melecehkan, menodai, mengabaikan, menyalahgunakan ataupun memfitnah ajaran agama Islam maupun Kristen. Kalaupun kami tidak cukup terampil dalam memilih kata-kata yang bijaksana untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman, kami mengaku bahwa kami tidak punya maksud buruk. Kalau ada kata-kata tak bijak yang mungkin kurang berkenan di hati Saudaraku, dengan segala kerendahan hati kami mohon dimaafkan.

      Saat kami membaca dan menggali Al-Qur’an dan Alkitab, justeru kami menemukan adanya harta karun yang luar biasa berharga di dalam Al-Qur’an dan Alkitab. Kalau tidak digali, harta karun yang luar biasa tersebut tidak akan terlihat. Hasil yang kami dapatkan dari pengkajian dan penggalian Al-Qur’an dan Alkitab tersebut telah kami coba tuangkan dalam tulisan berjudul “Agama Islam dan Kristen sama-sama tidak Menyelamatkan”. Kami berharap Saudaraku tidak keberatan untuk mencoba membacanya.

      Kami ingin menambahkan bahwa memperbandingkan ajaran agama yang satu dengan yang lain secara ilmiah dan logis bukanlah merupakan satu kekeliruan. Itu termasuk bagian dari mencari kebenaran. Di sekolah-sekolah agama seperti UIN, IAIN dan pondok-pondok pesantren yang besar ada jurusan Perbandingan Antar Agama. Bagi para dosen dan siswa di sana, memperbandingkan ajaran agama yang satu dengan agama yang lain sudah merupakan kegiatan rutin sehari-hari. Semua berpegang pada keyakinan bahwa agama manapun harus siap diuji dari sudut manapun. Setiap agama harus yakin bahwa ajarannya benar dan kokoh sehingga tidak perlu kuatir jika diuji. Dengan syarat, pengujian dilakukan secara ilmiah, logis, serta punya dasar yang kuat atau authentik.

      Sebagai tambahan pula, kami ingin juga menanggapi komentar Saudaraku di atas. Beberapa pernyataan Saudaraku yang menurut Saudaraku berasal dari Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru :
      “Cukup anda kaji injil yang begitu banyak pertentangan antara perjanjian baru dan perjanjian lama, salah satu contoh, masalah ketuhan yesus, yesus tidak pernah mengakui dirinya tuhan, sedangkan ayat paulus mengatakan yesus adalah tuhan,
      Yesus mengatakan wajib sunat,
      Paulus mengatakan tdk sunat tidak jadi masalah, yesus mengatakan babi haram, di ganti menjadi babi hutan haram, babi ternak tdk haram..,”

      Ijinkan kami menanggapi pernyataan Saudaraku tersebut. Setelah kami mencoba membaca dan menelaah Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru, kami tidak ada menemukan hal-hal yang Saudara sebutkan tersebut dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

      Maaf Saudaraku kalau kami harus meluruskannya.

      Demikian Saudaraku Eel_Flaco. Salam

  6. satria

    Menurut pengetahuan saya yg bodoh ini, arti dari Tuhan 3 dalam bibel yg dimaksud Al Qur’an adalah pernyataan bahwa Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus, klu umat kristen menganggap yesus adalah tuhan ataupun tuhan ada dalam tubuh yesus,, pada saat tuhan berada dlm tubuh yesus siapa yg mengatur tatanan tata surya, selanjutnya apakah anda yakin isi bibel dalah firman tuhan??? Mungkinkah tuhan salah menghitung sehingga banyak terjadi kontradiksi ayat dalam bibel, dan apakah anda yakin masuk surga sdgkan dlm bibel kitab matius pasal 7 ayat 21-23, bahwa yg menyebut yesus tuhan dianggap sbgai pembuat kejahatan dan akan diusir dari kerajaan surga dan hanya umat kristenlah satu-satunya umat yg menyebut yesus tuhan,, silahkan anda menjelaskannya.

    • Salam buat Saudaraku Satria Terakhir.
      Terima kasih untuk komentar Saudaraku terhadap tulisan kami. Kami akan mencoba menanggapi komentar Saudaraku.

      PERTAMA :
      Mengenai Tuhan 3.
      Saudaraku, karena ramainya pembahasan mengenai topik tersebut, maka didorong oleh rasa tertarik, kamipun mencoba menyelidiki Kitab Suci umat Nasrani dan Al-Qur’an untuk mencari jawabannya. Dan inilah hasil penyelidikan kami :
      Di dalam Kitab Suci umat Nasrani kami tidak ada menemukan satu ayatpun yang menyebutkan bahwa Allah ada tiga. Juga tidak ada satu ayat pun yang menuliskan bahwa umat Nasrani berkata Allah ada tiga. Termasuk juga tidak ada satu ayatpun yang menyebutkan bahwa Tuhan umat Nasrani ada tiga. Bahkan tidak sedikit ayat-ayat didalam Kitab Suci umat Nasrani yang dengan tegas menyebutkan bahwa Allah itu Esa. Beberapa diantara ayat yang menyebutkan bahwa Allah itu Esa adalah Ulangan 6 : 4 ; Maleakhi 2 : 15 ; Markus 12 : 29 ; Yohanes 5 : 44 ; 1 Korintus 8 : 4 ; 1 Tim 1 : 17 ; 1 Tim 2 : 5 ; Yuda 1 : 25.

      Hasil penyelidikan kami tersebut telah kami tuangkan dalam tulisan “Apa Benar Allah Itu Bukan 3?“. Kalau Saudaraku belum membacanya, kami mohon kesediaan Saudaraku untuk membacanya dulu. Kami berharap pertanyaan Saudaraku dapat terjawab setelah membaca tulisan tersebut. Setelah itu kami berharap masukan dari Saudaraku.

      KEDUA :
      “Mengenai apakah Yesus itu Tuhan atau tidak. Lalu mengenai hanya umat kristenlah satu-satunya umat yg menyebut yesus tuhan.”

      Topik ini juga sangat ramai dibicarakan. Karena itu kami juga telah mencoba melakukan penyelidiakan terhadap Kitab Suci umat Nasrani, Al-Qur’an dan Hadis untuk menemukan jawabannya. Hasil penyelidikan kami sungguh membuat kami terkejud. Ternyata, baik Kitab Suci umat Nasrani maupun Al-Qur’an dan Hadis sama-sama menggambarkan Isa (Yesus) itu sebagai Tuhan (Kurios), namun sekaligus sebagai manusia.

      Hasil penyelidikan kami tersebut telah kami tuangkan dalam tulisan “Isa itu Manusia atau Tuhan ? Telaah mendalam melalui Al Quran, Hadis, dan Alkitab” serta tulisan “Agama Islam dan Kristen Sama-sama Tidak Menyelamatkan” . Kalau Saudaraku belum membacanya, kami mohon kesediaan Saudaraku untuk membacanya dulu. Kami berharap pertanyaan Saudaraku dapat terjawab setelah membaca tulisan tersebut. Setelah itu kami berharap masukan dari Saudaraku.

      KETIGA :
      Mengenai pendapat Saudaraku bahwa didalam Bible banyak ditemukan kontradiksi.
      Kami mohon kesediaan Saudaraku untuk menunjukkan ayat-ayat yang Saudaraku katakan kontradiksi tersebut. Tolong dirinci dan kami akan mencoba untuk menanggapinya.

      KEEMPAT :
      Mengenai isi Matius 7 : 21-23, Saudaraku berpendapat sebagai berikut :
      “bahwa yg menyebut yesus tuhan dianggap sbgai pembuat kejahatan dan akan diusir dari kerajaan surge”

      Saudaraku, ijinkan kami untuk mengkoreksi pendapat Saudaraku. Pendapat Saudaraku mengenai makna ayat tersebut salah. Ayat tersebut bukan seperti itu maksudnya.

      Kalau kita membaca Kitab Suci umat Nasrani, kita tidak bisa membacanya secara sepotong-sepotong. Kita harus membacanya secara lengkap agar mendapatkan makna atau maksud yang sebenarnya. Kalau kita membacanya hanya sepenggal-sepenggal, kita akan kehilangan arti yang sebenarnya dari ayat yang sedang kita baca.

      Kami akan mencoba mengutip Matius 7 mulai dari ayat 17 sampai 23 yang Saudaraku pertanyakan itu :

      17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
      18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
      19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
      20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
      21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
      (Matius 7 : 17 – 23)

      Di dalam ayat-ayat tersebut, Yesus sedang memperingatkan agar berhati-hati terhadap pemuka-pemuka agama atau nabi-nabi yang palsu. Mereka boleh jadi menyandang predikat atau status pemimpin agama, pemuka agama, pengajar agama, nabi, namun mereka bukan benar-benar datang dari Allah. Bagaimana caranya kita membedakannya? Dari buah-buah kehidupannya. Dari buah-buah perbuatannya. Kalau pohonnya memang baik, buahnya tentu baik. Dan sebaliknya. Kalau pohonnya tidak baik, buahnya tentu tidak baik. Tidak mungkin pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang baik. Kalau seseorang memiliki buah kehidupan tidak baik, misalnya : penipu, pembohong, pencuri, suka mengambil yang bukan miliknya, suka makan uang haram, pezinah, tidak setia kepada isteri, kasar kepada isteri, pemain perempuan, penjudi, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk, dan lain-lain, tidak mungkin dia itu datang dari Allah. Walaupun dia itu merupakan seorang pemuka atau pemimpin agama atau seorang yang mengaku dirinya nabi sekalipun. Dari buahnyalah seseorang dikenal.

      Pada hari kiamat (di akhirat) nanti, pada saat hari pengadilan tiba, dimana Yesus akan turun dari surga, orang-orang seperti itu akan menyambut Yesus dan berkata kepada Yesus :
      “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?” (Matius 7 : 22) , atau dengan kata lain :

      “Tuhan, Tuhan, bukankah kami selama ini melayani Engkau, menjadi pemuka agama, menjadi pemimpin agama, menjadi pengajar agama, menjadi nabi, bernubuat, ,mengusir setan, membuat mukjizat demi nama Yesus?”

      Maka Yesus yang turun dari surga tersebut akan berkata kepada mereka :
      “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

      Yesus, yang turun dari surga, akan berkata kepada mereka bahwa Yesus tidak mengenal mereka akibat perbuatan mereka yang jahat selama tersebut.
      Jadi dari buah perbuatannyalah seseorang dikenal, baik dikenal oleh orang lain maupun dikenal oleh Tuhan.
      Demikian Saudaraku maksud dari Matius 7 : 21 -23 yang Saudaraku pertanyakan tersebut.

      Saudaraku, sekali lagi kami harus mengatakan, kalau kita membaca Kitab Suci umat Nasrani, kita tidak boleh membacanya hanya sepotong-sepotong atau sepenggal-sepenggal. Kalau cara kita membacanya seperti itu, kita akan kehilangan makna yang sesungguhnya dari ayat yang sedang kita baca tersebut. Disini kami juga ingin menyarankan agar Saudaraku membaca Kitab Suci umat Nasrani agar semakin memahami isinya. Kitab Suci umat Nasrani itu sangat mudah untuk dibaca; alur kisahnya ditulis dengan mengikuti alur kronologi atau urutan waktu sejarah. (Maaf kami harus berkata sejujurnya). Kalau kita membaca Al-Qur’an, sangat kental terlihat bahwa kisah-kisah didalam Al-Qur’an ditulis dengan tidak mengikuti alur urutan waktu atau urutan sejarah. Ceritanya seperti melompat-lompat. Tidak jelas mana peristiwa yang terjadi duluan, dan mana yang terjadi belakangan. Tokoh mana yang lahir duluan, tokoh mana yang lahir sesudahnya. Tidak jelas. Seolah seperti kisah comot sana comot sini tanpa mengikuti alur sejarah. Maaf Saudaraku kalau kami harus mengutarakan ini. Kami mencoba untuk berkata sejujurnya. Sekaligus penemuan kami mengenai hal ini juga telah kami tuangkan dalam tulisan “Misteri Pewahyuan dan Penulisan Al-Qur’an”.

      Sekali lagi Saudaraku, maafkan kami. Kami sama sekali tidak punya maksud untuk menghina atau melecehkan atau menista atau memandang rendah Kitab Suci Al-Qur’an. Apa yang kami lakukan hanyalah mencoba mengkaji atau menelaah Al-Qur’an (dan Hadis), dimana sekali-sekali kami bandingkan dengan Kitab Suci umat Nasrani. Hal ini kami lakukan karena ini menyangkut nasib kekal teman kami dan kami sendiri, sebagaimana yang telah kami utarakan dalam Kata Pengantar yang diposting sebagai “Pindah Agama, dari Kristen menjadi Islam. Tawaran yang Menarik”.

      [Sementara penjelasan mengenai turunnya Yesus dari surga pada hari kiamat, dapat Saudaraku baca dalam kedua tulisan tadi, yaitu tulisan “Isa itu Manusia atau Tuhan ? Telaah mendalam melalui Al Quran, Hadis, dan Alkitab” dan tulisan “Agama Islam dan Kristen Sama-sama Tidak Menyelamatkan”].

      Demikian Saudaraku Satria Terakhir. Salam.

  7. saman

    santoso saya amat terkesan dalam jawaban anda secara rinci, lugas dan jelas serta santun, suatu saat anda akan menjadi seoarang muslim yang sejati, teruslah anda pelajari alquran, teruslah anda banyak bertanya dan mencari tahu tentang agama anda dan agama kami, saya sadar saya belum bisa menjelaskan secara detail tentang perdebatan yang ada dalam hati anda, kalau sudah waktunya pasti ada orang yang pas dapat menjalaskan apa itu islam, karena sesungguhnya banyak orang masuk islam karena mereka ingin tahu secara dalam apa itu islam, karena kamulah yang akan kelak menjelaskan apa itu islam yang sebenarnya, seperti orang-orang sebelum kamu bertanya tentang islam yang saat ini menjadi mualaf yang sejati.

    semoga allah melimpahkan hidaya kepada bpk. santoso

  8. no

    Kitab Al Qur’an itu adalah kitab yang telah disempurnakan dari kitab sebelumnya yg telah diragukan Eksistensi ketuhanannya Itulah Yang Dibilang KOREKSI…yang baru mengoreksi yang lama kalo anda membandingkan dengan kitab sebelumnya itu jelas akan berbeda Itu sebab kenapa AL Qur’an Mengoreksi kitab sebelumnya…

    • Salam buat Saudaraku Ariefrahman433. Terima kasih untuk komentar Saudaraku. Ijinkan kami menanggapi komentar Saudaraku.

      Kami mau menanggapi pendapat Saudaraku :
      “Al-Qur’an sebagai kitab yang baru, hadir untuk mengkoreksi kitab yang lama (Kitab Suci umat Nasrani atau Alkitab).”

      Saudaraku, secara logika, apa yang Saudaraku katakan tersebut seharusnya benar. Kitab yang baru seharusnya lebih sempurna atau lebih lengkap jika dibandingkan dengan kitab yang lama. Al-Qur’an seharusnya lebih sempurna atau lebih lengkap jika dibandingkan dengan Alkitab.

      Namun setelah kami membaca kedua-duanya, yaitu Al-Qur’an dan Alkitab (sering disebut orang dengan Injil), ternyata kami menemukan sebaliknya. Kami menemukan bahwa apa yang dikisahkan oleh Al-Qur’an tentang seseorang tokoh atau satu peristiwa justru sangat sedikit, sangat sederhana dan tidak lengkap, jauh jika dibandingkan dengan apa yang dikisahkan Alkitab mengenai tokoh tersebut (tokoh yang sama). Kami menemukan justru Alkitablah yang menceriterakan tentang tokoh atau peristiwa tersebut secara lengkap.

      Lagipula kami menemukan bahwa di dalam mengisahkannya, Al-Qur’an tidak mengikuti urutan waktu atau urutan sejarah. Tidak mengikuti alur kronologis. Tidak jelas peristiwa mana yang terjadi duluan, peristiwa mana yang terjadi belakangan. Juga tokoh mana yang lahir duluan, tokoh mana yang lahir belakangan. Terkesan lompat sana lompat sini. Sebaliknya Alkitab justeru mengisahkannya dengan sangat lengkap serta mengikuti urutan waktu yang sangat jelas.
      Karena kami memandang penemuan kami tersebut penting, maka kami telah mencoba menuangkan nya dalam tulisan berjudul “Tanpa Membaca Injil Sulit Memahami Al-Qur’an

      Disini kami sungguh mau minta maaf Saudaraku. Apa yang kami utarakan tersebut di atas adalah murni hasil kajian ilmiah yang kami lakukan. Sedikitpun kami tidak punya maksud untuk menghina atau meremehkan yang manapun.

      Demikian Saudaraku Ariefrahman433. Salam

  9. Saadillah

    Bab 39 Barnabas:

    Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita… Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya”.

    Masih pada bab 39 yang mengisahkan tentang Nabi Adam, nama Nabi Muhammad SAW juga disebut dalam dialog antara Nabi Adam dengan Tuhan. ”…Apa arti kata-kata, Muhammad utusan Allah, apakah ada manusia sebelum aku?”

    Bab 41 Barnabas:

    Atas perintah Allah, Mikael mengusir Adam dan Hawa dari surga, kemudian Adam keluar dan berbalik melihat tulisan pada pintu surga ‘Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah…”

    Bab 44 Barnabas:

    Pada bab ini Yesus atau Nabi Isa menyebut nama Nabi Muhammad. ”Oh, Muhammad Tuhan bersamamu…”

    Bab 97:

    Yesus menjawab, “Nama Mesias sangat mengagumkan, karena Allah sendiri yang memberinya nama, ketika menciptakan jiwanya dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: ‘Tunggu Muhammad; karena kamu Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan banyak makhluk… Siapa pun yang memberkatimu akan diberkati, dan barangsiapa mengutukmuu akan dikutuk..”

    Dalam bab ini Nabi Isa (Yesus) bercerita kepada Barnabas bahwa dirinya akan dibunuh. Namun, kata Nabi Isa, Allah aka membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yang dibunuh sebenarnya adalah seorang pengkhianat yang wajahnya diubah seperti Nabi Isa. Dan orang-orang akan percaya bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa. ”Tetapi Muhammad akan datang… Rasul Allah yang suci,” kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad juga disebut pada Bab 136, 163, dan 220.
    Sebelumnya maaf dengan bapak santoso yg terhormat ,bisakah anda menjelaskan dari kitab BARNABAS Ini?#mohondibalas dan jangan di hapus lagi
    Maaf sebelumya pak santoso,di tuangan pemikiran bapak mengatakan tidak ada kitab injil manapun yg menyatakan muhammad nabi yg terakhir,sedangkan dari kitab BARNABAS itu sendiri menjelaskan

    • Salam buat Saudaraku Saadillah Chaniago_Bobby.

      Terima kasih buat komen Saudaraku. Hanya saja, sayang sekali Saudaraku tidak menanggapi atau membahas isi tulisan kami tersebut. Saudaraku justru mengajak beralih ke topik yang lain.

      Namun ijinkan kami untuk tetap menanggapi pendapat Saudaraku. Saudaraku mengutip begitu banyak dari kitab Injil Barnabas. Saudaraku, kami mau menanggapi mengenai kitab Injil Barnabas.
      Di dalam salah satu tulisan kami yang berjudul : “Ummat Muslim Menuduh bahwa : Injil Sudah Dipalsukan!” kami ada mengulas mengenai Injil Barnabas. Kami akan mencoba mengutip dua paragraph dari tulisan kami tersebut :
      “Karena isi Al-Qur’an banyak yang berbeda atau bertentangan dengan isi Alkitab, maka umat Muslim langsung menuduh bahwa Alkitab yang lahir lebih dulu itu sudah tidak asli lagi. Umat Muslim menuduh Alkitab sudah dirubah, diobok-obok, dipermak habis, didustakan ataupun sudah dipalsukan. Menurut umat Muslim, Alkitab yang duluan lahir tersebut harus sama isinya dengan Al-Qur’an yang lahir belakangan.

      Umat Muslim secara gencar terus mempermasalahkan keaslian Alkitab. Sebegitu gencarnya, sehingga pada saat muncul Injil Barnabas, umat Muslim langsung mengklaim bahwa Injil Barnabas itulah Injil yang asli yang telah lama hilang. Umat Muslim mengklaim bahwa Injil Barnabas itulah Injil yang benar. Umat Muslim sangat yakin akan hal tersebut. Namun, lama kelamaan, pada saat umat Muslim mulai serius meneliti isi Injil Barnabas, umat Muslim menemukan bahwa isi Injil Barnabas banyak yang tidak sesuai atau bertentangan dengan Al-Qur’an. Akhirnya umat Muslim mencabut kembali klaim tersebut. Umat Muslim merubah pendapat dan keyakinan mereka. Umat Muslim berkata bahwa Injil Barnabas tidak benar. ……….”
      Demikian kutipan 2 paragraph dari tulisan berjudul “Ummat Muslim Menuduh bahwa : Injil Sudah Dipalsukan!” tersebut.

      Selanjutnya, ijinkan kami untuk menunjukkan sebagian dari isi Injil Barnabas yang bertentangan dengan isi Al-Qur’an :
      1. Injil Barnabas berkata bahwa Isa (Yesus) menikah; sementara Al-Qur’an tidak menyebutkan Isa menikah.

      2. Al-Quran dengan jelas mengatakan Mesias adalah Isa Al-Masih. Bukan Muhammad. Sebaliknya, Injil Barnabas mengatakan “Muhammad adalah Mesias, dan Isa selalu menyangkal bahwa Ia bukan Mesias” (Lihat bab 3, 42, 82).

      3. Al-Qur’an dalam Surat Al-Baqarah ayat 29 mengatakan langit ada tujuh. Juga Surat Al-Isra ayat 44 memberi pernyataan yang sama. Tetapi Injil Barnabas bab 178 dengan tegas mengatakan bahwa langit ada sembilan.

      4. Menurut Qs 4:3, “seorang laki-laki dapat menikahi dua, tiga, empat wanita” sekaligus. Bahkan Qs 70:30 menambahkan keempat isteri tersebut adalah “selain budak-budak yang mereka miliki”. Hal ini bertentangan dengan ajaran Injil Barnabas. Menurutnya “hendaklah seorang lelaki puas dengan seorang wanita yang dikaruniakan Allah baginya dan hendaklah dia melupakan wanita lainnya” (Injil Barnabas bab 115).

      5. Saat melahirkan Isa Al-Masih, “Maryam mengalami rasa sakit saat melahirkan” (Qs 19:23). Sedangkan Injil Barnabas bab 13 mengatakan, “Maryam ‘dikelilingi oleh cahaya terang yang luar biasa, seraya melahirkan puteranya tanpa sakit”.

      6. “Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya” (Qs 17:13).
      “Ketika Allah menciptakan manusia dengan kebebasan agar dia boleh mengetahui bahwa Allah tidak membutuhkan manusia, sama seperti seorang raja yang memberikan kebebasan kepada hamba-hambanya” (Injil Barnabas bab 155)

      Itulah sebagian dari isi Injil Barnabas yang bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Seandainya umat Muslim menerima atau mengakui Injil Barnabas benar, itu sama artinya dengan umat Muslim mengakui ayat-ayat Al-Qur’an salah. Atas dasar perbedaan dan pertentangan tersebut akhirnya umat Muslim menolak Injil Barnabas. Umat Muslim mengatakan Injil Barnabas tidak benar karena bertentangan dengan Al-Qur’an.

      Demikian tanggapan kami terhadap komentar Saudaraku yang sangat banyak mengutip isi Injil Barnabas.
      Terima kasih. Salam.

  10. budi

    asslkm, Pak Santoso. Jujur sy salut dg wawasan pengetahuan anda & teman2 anda… Sy bukanlah mau memberi masukan karna tentunya anda sdh lebih tahu tp hanya sekedar untuk mengingatkan saja atas kebingungan yg sdg dialami.

    “…cukup banyak pertanyaan atau kebingungan yang kami alami selama pengkajian, sedikitpun tidak ada maksud kami untuk mengolok, merendahkan, melecehkan, menodai, mengabaikan, menyalahgunakan ataupun memfitnah ajaran agama Islam maupun Kristen…konteks pertanyaan atau kebingungan kami yang membutuhkan jawaban tersebut”.
    “Sebagai orang beriman, seharusnya kita berbeda dengan orang yang tidak beriman. Ada banyak unsur yang membedakannya. Salah satunya, orang beriman percaya ada surga serta ada neraka jahannam. Kalau seseorang memutuskan untuk menjadi seorang beriman, , seharusnya tentu sudah melalui pertimbangan baik-baik. Sepantasnya, salah satu pertimbangan yang “harus” dimiliki seseorang sebelum dia memilih masuk ke satu agama tertentu adalah apakah dia akan selamat dari neraka serta masuk surga karena pilihan tersebut. Jikalau tidak demikian, berarti hampir tidak ada bedanya dengan orang tidak beriman (katakanlah orang kafir). Kalau orang tidak beriman (orang kafir) tidak masuk surga, sementara orang beragama juga tidak ada kepastian masuk ke surga, lalu dimana letak keutamaan agama itu?”
    Dilihat dari satu sisi, menjadi orang beragama sama artinya dengan siap berkorban. Siap berkorban untuk menahan diri atau menyangkal diri. Menahan diri dari menikmati yang enak-enak. Misalnya : narkoba, candu, sex bebas, kaya raya karena uang haram, judi, minuman keras, dll. Semua itu enak. Kalau kita memilih jadi orang yang beragama, lalu berkorban seperti itu, namun tokh akhirnya masuk neraka, bagaimana ini?
    Menurut saya, agama haruslah merupakan paket yang lengkap dan sempurna. Kalau agama tidak dapat memberi solusi yang tuntas bagi kita untuk dapat selamat masuk surga, lalu dimana kelebihan agama itu? Orang kafir dapat mentertawakan kita.
    Itu sebabnya saya coba selidiki semua perkataan Allah atau wahyu ilahi untuk menemukan harta karun yang tersembunyi di sana. Dari situ muncul tulisan saya berjudul : “Agama Islam dan Kristen Sama-Sama Tidak Menyelamatkan.” Bagi saya, agama harus merupakan paket yang lengkap dan sempurna. Firman Allah harus lengkap dan sempurna karena Allah sempurna. Harus komplit disertai dengan pedoman yang tuntas dan sempurna mengenai jalan yang lurus sirathal mustaqim.

    Sepengetahuan sy, keutamaan agama adalah sbg pedoman hidup bagi orang2 beriman yg menuntun kpd perbuatan2 baik & tidak baik/dilarang agar selamat baik di dunia maupun akhirat. Dalam agama Islam diketahui selain Kitab Suci Alquran yg utama, jg ada Hadist2 yg shahih sbg pelengkap teknisnya, hal inipun disebutkan dlm salah satu ayatnya.Adapun kelebihan dr agama adlh merupkan kumpulan wahyu2 yg berasal dr Tuhan YME, dimana jika pedoman2 Nya dijalankan/diamalkan dengan benar & sungguh2 oleh org2 yg beriman maka kelak surga akan mjd tempatnya di akhirat.yg kekal.
    Kesempatan bagi org2 tak beriman & yg beriman u/ bisa masuk surga jelas berbeda. Org tak beriman tidak berpedoman pd agama walaupun prilaku hidupnya spt org2 beragama/beriman yg menjalankan ajaran2 yg baik, hal ini bisa jd oleh karna ia tidak percaya dg adanya Tuhan YME Sang Pencipta atau sebab2 lainnya shg amal perbuatan2 baiknya kelak tidak akan berarti di akhirat. Sebaliknya bagi org2 yg beriman mereka berpedoman hidup kpd ajaran2 agama dan menjalankannya dg benar serta sungguh2 maka kelak surga mjd tempat tinggalnya di akhirat.
    Golongan yang SAMA-SAMA Tidak Masuk surga adalah org2 tak beriman yg tak percaya adanya Tuhan YME, hari akhir maupun akhirat, dan org2 beriman yg punya pedoman agama tapi TIDAK menjalankan/mengamalkannya dg benar serta sungguh2 dlm kehidupannya di dunia.
    Jadi, sy rasa cukup jelas bahwa harta karun yg anda cari2 dlm kitab2 suci itu sbg ‘tiket’ u/ bisa masuk ke surgaNya adlh “Dengan Menjalankan Perintah2 & Meninggalkan Larangan2Nya dg benar & sungguh2″. Tak jarang kita dengar seorang yg berpredikat haji namun hidupnya berakhir di ranjang PSK, ataupun pastur yg ML dg jemaat atau lainnya. Kebenaran sejati yg kekal hanya diungkapkan olehNya pd Hari Akhir nanti ttg segala pertentangan agama yg terjadi. Mengapa hrs menunggu hari itu jk saat ini jg kita bisa menjalankan perintah2 & meninggalkan larangan2Nya agar mjd salah satu penduduk surgaNya nanti?
    Isi Alquran sejak ditetapkan belum pernah berubah. Dijaga kesuciannya oleh Allah swt, salah satunya dgn banyaknya org2 yg dapat hafal isi Alquran shg tetap terjaga keasliannya dari dahulu. Jika kita menemukan ayat2 Alquran yg dirasakan bertentangan, silahkan baca/cari dulu tafsir yg shahih dari ayat tersebut agar kita tak ter/disesatkan dari Yang Maha Suci, Tuhan YME. Sekian, maaf jika ada kekeliruan atau salah kata, Trims.

    • Salam buat Saudaraku Budi_p31.
      Terima kasih buat komentar Saudaraku.

      Tadinya saya juga berpendapat sama seperti pendapat Saudaraku. Bahwa pada hari akhirat semua perbuatan seseorang akan dihisab oleh Allah SWT. Semua amal perbuatan atau amal soleh seseorang akan ditimbang di padang Mahsyar. Orang beriman (beragama) yang timbangan kebaikannya berat akan dimasukkan ke dalam surga. Demikian pendapat saya sebelumnya.

      Namun pandangan saya menjadi berubah setelah saya memperhatikan apa yang disabdakan Rasulullah SAW dalam Hadis Shahih Muslim no. 5042 dan Hadis Shahih Muslim no. 5038. Didalam Hadis tersebut Rasulullah mengatakan bahwa semua amal kebaikan yang dilakukan seseorang tidak akan menyelamatkannya dari neraka ataupun memasukkannya ke surga. Bahkan Rasulullah sendiri tidak akan selamat karena amalnya.

      “Hadis bersumber dari Jabir : ‘Aku mendengar Nabi SAW bersabda: “Tidak seorangpun dari kalian yang dimasukkan surga oleh amalnya dan tidak juga diselamatkan dari neraka karenanya ; tidak juga aku, kecuali karena rahmat Allah.” (Hadis Shahih Muslim no. 5042, sumber : Lidwa Pusaka)

      “Hadis riwayat Abu Hurairah R.A.: Nabi SAW bersabda: Tidak seorang pun dari kalian yang diselamatkan oleh amalnya. Seseorang bertanya: Tuan juga, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahkan ampunan dan rahmat kepadaku” (Hadis Shahih Muslim no. 5038, sumber : Lidwa Pusaka)

      Rasulullah adalah seorang Muslim yang amal kebaikannya (setahu kami) paling banyak atau paling berat di antara semua umat Muslim, kalau ditimbang atau diperhitungkan. Nah, kalau beliau, yang amal solehnya paling banyak atau paling berat tidak akan selamat oleh amalnya, lalu bagaimana dengan umat yang lain? Berangkat dari pemahaman seperti ini, kamipun mencoba mengulasnya dalam tulisan berjudul “Agama Islam dan Kristen sama-sama Tidak Menyelamatkan”.
      Demikian Saudaraku Budi_p31. Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s